INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Ketersediaan air mencukupi, Dinas Pertanian Banyumas ajak petani lakukan percepatan tanam

Selasa, 28 September 2021

Purwokerto – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengajak petani segera melakukan percepatan tanam padi pada musim tanam pertama tahun 2021/2022 seiring dengan ketersediaan air yang sudah mencukupi.

“Ketersediaan air dapat dikatakan sudah cukup karena datangnya musim hujan agak maju dan saluran irigasi sudah mengalir. Oleh karena itu, kami melalui teman-teman PPL (penyuluh pertanian lapangan) sudah sosialisasi terkait persiapan musim tanam, dan tampaknya sebagian petani juga mulai olah tanah,” kata Kepala Dinpertan KP Kabupaten Banyumas Jaka Budi Santoso di Purwokerto, Banyumas, Jateng, Selasa.

Terkait dengan hal itu, dia memperkirakan luas tanam padi di Banyumas pada Oktober 2021 sekitar 4.000 hektare dan November mencapai 14.000 hektare.

Menurut dia, area persawahan yang akan memasuki musim tanam pada Oktober terutama di daerah yang menggunakan irigasi teknis seperti wilayah Wangon dan Jatilawang.

“Tutup tanam (akhir masa tanam) mungkin sekitar November-Desember, ada sekitar 6.000 hektare. Sementara untuk wilayah di sekitar lereng Gunung Slamet seperti Karanglewas, Kedungbanteng, dan Baturraden, hampir tiap bulan sekali ada yang tanam karena ketersediaan airnya selalu mencukupi,” katanya.

Menurut dia, Banyumas pada musim tanam pertama 2021/2022 mendapat alokasi bantuan benih padi dari APBN untuk sawah seluas 4.413 hektare dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi COVID-19.

Ia mengatakan untuk persiapan tanam, alat dan mesin pertanian (alsintan) baik yang mandiri/swadaya maupun alsintan bantuan dari pemerintah yang berada di kelompok tani dan usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA) sudah siap untuk membantu mengolah lahan.

Sementara itu, Kepala Seksi Tanaman Pangan Danang Widyarto mengatakan pihaknya juga telah melakukan sinkronisasi dengan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (PHP) Jatilawang, Banyumas.

“Kami sudah lakukan sinkronisasi untuk antisipasi OPT-OPT (organisme pengganggu tumbuhan) yang mungkin bisa muncul pada musim tanam pertama ini. Biasanya yang perlu diwaspadai saat musim hujan seperti sekarang ini adalah wereng batang cokelat,” katanya.

Kendati petugas POPT akan bergerak cepat ketika ada serangan OPT, dia mengatakan petani di daerah-daerah yang terindikasi ada serangan wereng dianjurkan untuk menanam padi varietas yang tahan wereng.

Ia mengatakan jika musim tanam pertama dan kedua bisa sesuai dengan jadwal, penanaman palawija pada musim tanam ketiga dapat dilakukan lebih cepat.

“Pengalaman musim tanam kemarin, itu agak mundur, sehingga berdampak terhadap perkembangan tanaman karena kebanyakan air. Mudah-mudahan tahun ini sesuai jadwal, airnya cukup, dan nanti panennya pun tidak kebanyakan air,” katanya.

Terkait dengan area persawahan di daerah rawan banjir seperti Kemranjen, Sumpiuh, dan Tambak, Danang mengatakan pihaknya telah menyosialisasikan serta membuat lahan demonstration plot untuk penanaman padi varietas tahan genangan air seperti Inpari 30.

Menurut dia, padi varietas Inpari 30 masih bisa bertahan hidup meskipun terendam banjir selama 10 hari.

“Kami anjurkan petani dianjurkan untuk ikut program asuransi usaha tani padi (AUTP), terutama untuk petani di daerah yang rawan terdampak bencana terutama banjir dan rawan serangan OPT,” katanya.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

BOR ICU di Purbalingga Sudah Nol Persen

Selanjutnya

Antisipasi Perubahan Iklim, 100 Nelayan di Cilacap Ikuti Sekolah Lapang Cuaca

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

132 KA Melintas per Hari, KAI Tutup Perlintasan Liar di Cilacap demi Keselamatan

132 KA Melintas per Hari, KAI Tutup Perlintasan Liar di Cilacap demi Keselamatan

Kamis, 28 Mei 2026

Berpihak ke Pedagang, Bupati Banyumas Turunkan Tarif Retribusi Pasar hingga 53 Persen

Berpihak ke Pedagang, Bupati Banyumas Turunkan Tarif Retribusi Pasar hingga 53 Persen

Kamis, 28 Mei 2026

Gedung Soetedja, Koperasi Desa MerahPutih, dan Ketakutan Kita pada Ruang yang Tidak Menghasilkan

Gedung Soetedja, Koperasi Desa MerahPutih, dan Ketakutan Kita pada Ruang yang Tidak Menghasilkan

Kamis, 28 Mei 2026

Selanjutnya

Antisipasi Perubahan Iklim, 100 Nelayan di Cilacap Ikuti Sekolah Lapang Cuaca

Digelar 12 – 13 Oktober di GOR Satria, Popda Karasidenan Banyumas Non Virtual Diadakan Tanpa Penonton

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com