NASIONAL – Memasuki hari ke-25 operasional haji 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat tata kelola pembayaran dam. Jemaah haji Indonesia diminta menggunakan jalur resmi Adahi yang terintegrasi dengan sistem Nusuk Masar.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan bahwa pemerintah menghormati perbedaan pandangan fiqih, namun bagi jemaah yang meyakini dam harus dilaksanakan di Tanah Haram, fasilitas resmi telah disediakan.
“Pemerintah telah memfasilitasi pelaksanaan dam melalui lembaga resmi yang diakui Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi,” ujar Maria di Jakarta, Jumat (15/5).
Biaya Dam 2026 Capai 720 SAR
Pemerintah menetapkan biaya dam sebesar 720 Riyal Saudi (SAR) per jemaah. Hingga saat ini, sebanyak 34.308 jemaah Indonesia di Arab Saudi telah melakukan pembayaran melalui mekanisme resmi tersebut.
Untuk memudahkan jemaah, petugas Adahi akan mendatangi langsung hotel-hotel tempat jemaah menginap. Skema jemput layanan ini diprioritaskan bagi lansia, disabilitas, dan jemaah berisiko kesehatan tinggi.
“Setelah transaksi selesai, setiap jemaah akan memperoleh bukti pembayaran resmi sebagai tanda kewajiban dam telah ditunaikan,” jelas Maria.
Imbauan Hindari Calo dan Jalur Ilegal
Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah agar tidak menggunakan jasa calo atau pihak tidak berwenang dalam membayar dam.
“Kami mengimbau jemaah tidak melakukan transaksi di luar sistem resmi. Ini penting untuk melindungi jemaah dari potensi penipuan, sekaligus memastikan dana dikelola secara transparan dan ibadah sesuai syariat,” tegas Maria.
Secara keseluruhan, layanan haji Indonesia berjalan lancar. Data terbaru mencatat:
· 411 kloter (158.978 jemaah & 1.641 petugas) telah diberangkatkan.
· 392 kloter (151.382 jemaah & 1.568 petugas) telah tiba di Makkah.
· 11.087 jemaah haji khusus telah tiba di Tanah Suci.
Menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kemenhaj mengajak jemaah menjaga kesehatan dengan membiasakan berjalan kaki, membatasi aktivitas tak mendesak, dan mencukupi kebutuhan cairan.
“Jaga kesehatan, biasakan berjalan kaki, dan ikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah haji. Semoga jemaah Indonesia memperoleh haji mabrur,” tutup Maria.
Penulis: Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra






