Setelah vakum dua tahun, BRI Jazz Gunung Slamet 2026 kembali hadir. Festival musik yang memadukan jazz berkualitas dengan keindahan alam pegunungan ini akan digelar pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Wanawisata Baturraden, Banyumas.
Antusiasme pecinta musik terbilang luar biasa. Tiket kategori VIP dipastikan ludes terjual bahkan sebelum hari pelaksanaan. Ini menjadi bukti bahwa monat penonton sangat tinggi dan juga sinyal kuat bahwa Jazz Gunung Slamet memang dirindukan.
Tema “Jazztination”: Jazz Menyatu dengan Wisata
Mengusung tema “Jazztination”, festival ini ingin menegaskan bahwa jazz tidak hanya menjadi suguhan musikal, tetapi juga menyatu dengan daya tarik destinasi wisata. Bukan sekadar konser, acara ini dirancang sebagai ruang bertemunya seni, budaya, pariwisata, hingga pelestarian alam.
Konsep Community-Based Tourism
Founder Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono, menjelaskan bahwa Jazz Gunung lahir sekitar 18 tahun lalu di kawasan Bromo. Gagasan awalnya adalah menghadirkan konser jazz di ruang terbuka pegunungan, berbeda dengan pertunjukan jazz umumnya yang berlangsung di gedung tertutup.
“Ketika pertama kali digelar di kawasan pegunungan, suasana kabut, udara dingin, dan lanskap alam menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi penonton. Dari awal kami memang ingin membangun sebuah ekosistem budaya, bukan sekadar konser musik,” ujarnya dalam konferensi pers di Pendapa Si Panji Purwokerto, Senin (15/6/2026).
Sigit menambahkan, festival ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui pelibatan komunitas lokal. Pihaknya terus mendorong konsep community-based tourism (CBT) yang semakin berkembang sejalan dengan semangat Jazz Gunung.
“Musik menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan seni budaya yang lebih luas. Jazz juga sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai bentuk kesenian tradisional,” katanya.
Hampir semua genre musik dapat berdialog dengan jazz, termasuk kesenian rakyat seperti calung dan berbagai musik etnik Nusantara.
Kolaborasi dengan Lengger Bicara
Tahun ini, Jazz Gunung Slamet semakin diperkuat dengan kedekatannya pada kesenian khas Banyumas. Penyelenggara menjalin sinergi dengan agenda budaya Lengger Bicara yang berlangsung dalam waktu berdekatan, sehingga diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata budaya di wilayah Banyumas.
Line Up Lintas Generasi
Sejumlah musisi dari berbagai generasi akan meramaikan panggung, antara lain:
· Amelia Ong – vokalis jazz asal Purwokerto sekaligus multiinstrumentalis berprestasi
· Emptyyy
· MOCCA – grup indie legendaris dengan hits Secret Admirer dan On a Night Like This
· Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar
· NonaRia
Ada Kampung Durian Juga!
Tak hanya musik, festival ini menyediakan pengalaman kuliner lewat program “Kampung Durian” yang dikurasi Heri Kristanto dari @duriankampun. Langkah ini sekaligus mendukung promosi dan pemberdayaan petani durian lokal.
CEO Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan pengalaman berbeda di setiap penyelenggaraan.
“Tahun ini kami tidak hanya mengkurasi musisinya, tetapi juga menghadirkan durian kampung pilihan dari Banyumas. Kalau dulu saat Sal Priadi tampil penonton bisa menikmati durian, sekarang duriannya juga kami kurasi agar menjadi bagian dari pengalaman festival,” ujar Bagas.
Tiket Reguler Masih Tersedia
Bagi yang belum kebagian tiket VIP, jangan khawatir. Tiket kategori reguler masih tersedia dengan harga Rp450.000 melalui kanal penjualan resmi.

Kandhahan Jazz & Cita-cita Jazz Camp
Pada 28 Juni 2026, sehari setelah festival, akan digelar kegiatan bertajuk Kandhahan Jazz bersama musisi Kevin Yosua. Program tersebut diharapkan menjadi embrio lahirnya Jazz Camp di Banyumas pada masa mendatang.
Bagas menuturkan bahwa regenerasi menjadi kebutuhan penting bagi perkembangan musik jazz Indonesia.
Lanjut ke Bromo Juli 2026
Setelah Baturraden, rangkaian BRI Jazz Gunung Series 2026 akan berpindah ke Bromo, Jawa Timur pada 18–25 Juli 2026 dengan line-up yang lebih besar:
· Isyana Sarasvati
· Indra Lesmana LLW feat. Eva Celia & Teza Sumendra
· Bilal Indrajaya, Ali
· Serta kolaborasi musisi dari Italia, Taiwan, dan Prancis
Harapan ke Depan
Melalui serial ini, BRI bersama Jazz Gunung Indonesia ingin mendorong ekosistem ekonomi kreatif sekaligus mengokohkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata budaya berbasis alam yang bersaing secara global.
“Tidak hanya jazz sebagai musik, tetapi juga ada daya tarik destinasinya. Satu kesatuan yang tidak dipisahkan,” kata Bagas.
Dengan tema “Jazztination”, penyelenggara berharap event ini tidak hanya menjadi agenda musik tahunan, tetapi juga mampu memperkuat posisi Banyumas sebagai destinasi wisata budaya dan alam yang menarik bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Penulis : Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra








