INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Horizon Ekonomi Soemitro: Keadilan Sebagai Tujuan (2)

Membaca Ulang Soemitronomics: Ekonomi sebagai Arena Pertarungan Nasib Bangsa
Kamis, 30 April 2026

Mikhail Adam
(Peneliti Ekopol di Nusantara Centre)

Ini bagian terakhir dari dua tulisan yang bersambung. Tulisan tentang rangkuman diskusi ahli bertema soemitronomics dan relevansinya di republik. Kegiatan di kota Depok yang dihadiri 15 ekonom terkemuka dan berdasar pada buku terbitan lembaga Nusantara Centre berjudul “Soemitro Anti Penjajahan.”

Apa yang paling menarik? Adalah yang defisit hari ini. Yaitu industrialisasi sebagai jalan transformasi. Metoda yang dapat membuat jarak ketertinggalan bisa dipangkas. Cara yang elegan menaikkan posisi peradaban nusantara.

Dalam keseluruhan arsitektur pemikiran Soemitro Djojohadikusumo, industrialisasi tidak pernah berdiri sebagai tujuan akhir. Ia adalah instrumenm, sebuah jalan historis yang harus dilalui untuk mencapai sesuatu yang lebih dalam: keadilan ekonomi.

Sumitro memahami bahwa pertumbuhan ekonomi tidak otomatis menghasilkan keadilan. Tanpa kebijakan yang tepat, ia justru dapat memperdalam ketimpangan. Karenanya, industrialisasi harus dirancang dengan kesadaran sosial. Ia harus inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Horizon pemikiran Sumitro mencakup keadilan struktural yang bermakna mengubah posisi ekonomi dalam struktur industri global, distribusi kesejahteraan yang merata, dan meningkatkan kapabilitas untuk menciptakan mobilitas sosial.

Di sinilah letak perbedaan mendasar antara industrialisasi ala Sumitro dan industrialisasi dalam paradigma kapitalisme maupun liberalisme. Kapitalisme berorientasi pada akumulasi modal. Lebih jauh lagi, dalam pemikiran ekonomi politik kontemporer yang ditawarkan Jason W. Moore kapitalisme bekerja untuk mengakumulasi kekuasan. Sementara dalam semesta pemikiran Sumitro berorientasi pada distribusi yang bermartabat, kedaulatan, dan keadilan sosial.

Gema pemikiran, Sumitro kita temukan dalam semangat Sustainable Development Goals (SDGs) yang mengusung ‘No One Left Behind’ (Tiada satupun yang tertinggal).

Sumitronomics jika ditafsir ulang ia bukan dogma, melainkan kompas. Dan kompas itu menunjukkan arah pada: kedaulatan dan keadilan sebagai tujuan industrialisasi.

Sumitro dan Imajinasi yang Belum Selesai

Berbeda dari banyak model industrialisasi yang menekankan pertumbuhan, Sumitro menempatkan keadilan sebagai tujuan. Baginya, Industrialisasi harus mengurangi ketimpangan, meningkatkan mobilitas sosial, dan memperluas akses ekonomi.

Dalam hal ini, pemikirannya beririsan dengan konsep welfare state dan teori redistribusi modern. Ia memahami bahwa pertumbuhan tanpa distribusi hanya akan menciptakan ketegangan sosial.

Industrialisasi ala Sumitro bukanlah blueprint yang kaku. Ia adalah kerangka berpikir. Sebuah cara melihat hubungan antara negara, pasar, dan masyarakat.

Ia mengajarkan bahwa Negara memberikan orientasi, pasar diarahkan, dan keadilan menjadi tujuan utama.

Di tengah dunia yang berubah cepat, gagasan ini terasa semakin penting. Sebab tanpa arah, industrialisasi hanyalah proses mekanis. Dengan arah, ia menjadi proyek peradaban. Dan dalam imajinasi Sumitro, Indonesia tumbuh menjadi negara industri modern yang berkeadilan. Di mana negara dan masyarakat sipil sama-sama kuat sekaligus bergotong royong membangun peradaban Indonesia.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Gagal Berangkat ke Korea, 7 Warga Jateng Rugi Rp1,05 Miliar, Bakal Laporkan PT Rash Ahsana Air ke Mabes Polri

Selanjutnya

Kapolresta Banyumas Langsung Pimpin Apel Kesiapan, Personel dan Peralatan Siaga 100 Persen

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Bocah 12 Tahun Tenggelam di Sungai Pemali Tegal, Tim SAR Dikerahkan

Bocah 12 Tahun Tenggelam di Sungai Pemali Tegal, Tim SAR Dikerahkan

Senin, 15 Juni 2026

Fakultas Teknik Unsoed Jalin Kerja Sama dengan Tiga Mitra, Fokus pada Sertifikasi dan Penelitian Bersama

Fakultas Teknik Unsoed Jalin Kerja Sama dengan Tiga Mitra, Fokus pada Sertifikasi dan Penelitian Bersama

Senin, 15 Juni 2026

Sumitronomics, Negara Pancasila, Pasar, dan Sebuah Keyakinan (1)

M.H. THAMRIN: DI ATAS MIMBAR VOLKSRAAD DI BAWAH LANGIT KEMERDEKAAN

Senin, 15 Juni 2026

Selanjutnya
Kapolresta Banyumas Langsung Pimpin Apel Kesiapan, Personel dan Peralatan Siaga 100 Persen

Kapolresta Banyumas Langsung Pimpin Apel Kesiapan, Personel dan Peralatan Siaga 100 Persen

Jadi Sorotan Gen Z, Diskusi Kebangsaan NYL Banyumas Raya Diapresiasi Wamentan dan Menteri ATR/BPN

Jadi Sorotan Gen Z, Diskusi Kebangsaan NYL Banyumas Raya Diapresiasi Wamentan dan Menteri ATR/BPN

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com