NASIONAL – Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi memasuki babak baru dengan dimulainya penerbangan perdana Gelombang II dari Madinah menuju Tanah Air, Selasa (16/6/2026).
Dilansir dari laman resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), hingga hari ini, sebanyak 253 kelompok terbang (kloter) telah tiba di berbagai embarkasi Indonesia dengan total 98.487 jemaah dan 1.010 petugas. Secara keseluruhan, jumlah jemaah dan petugas yang sudah mendarat di Tanah Air mencapai 99.497 orang atau sekitar 48 persen dari total keseluruhan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, menyatakan bahwa dimulainya penerbangan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah menjadi tonggak penting dalam fase pemulangan tahun ini.
“Hari ini menjadi penanda dimulainya fase kepulangan jemaah Gelombang II dari Madinah. Kami memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman, nyaman, dan sehat,” ujar Maria.
Rekapitulasi Pemulangan:
· Kloter diberangkatkan dari Arab Saudi: 261 kloter (101.391 jemaah + 1.042 petugas)
· Kloter tiba di Tanah Air: 253 kloter (98.487 jemaah + 1.010 petugas)
· Jemaah Gelombang II menuju Madinah: 157 kloter (60.242 jemaah + 628 petugas)
· Jemaah haji khusus pulang: 15.802 orang (15.066 jemaah + 736 petugas)
Maria menambahkan, Kemenhaj bersama petugas di Daerah Kerja Madinah terus mengoptimalkan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, kesehatan, hingga bandara guna memastikan kelancaran pemulangan hingga kloter terakhir.
Imbauan Kemenhaj untuk Jemaah:
1. Jaga dokumen perjalanan — Paspor merupakan dokumen utama yang harus tersimpan aman dan mudah diakses.
2. Jaga kondisi kesehatan — Istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, perbanyak minum air putih, dan hindari aktivitas berlebihan menjelang keberangkatan.
3. Larangan air zamzam di bagasi — Air zamzam akan dibagikan di Tanah Air sesuai mekanisme yang ditetapkan. Kepatuhan ini penting untuk memperlancar pemeriksaan keamanan dan menghindari pembongkaran bagasi.
Kemenhaj juga mengajak jemaah menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian, terutama terhadap lansia dan jemaah berkebutuhan khusus selama perjalanan pulang.
“Atas nama Kemenhaj, kami mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Semoga momentum ini menjadi pengingat bahwa haji bukan sekadar perjalanan ritual, tetapi transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik,” ujar Maria.
Ia menegaskan, kemabruran haji harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui akhlak baik, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Inilah makna Sukses Peradaban dan Keadaban—ketika nilai-nilai haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” pungkasnya.
Penulis: Alri Johan
Editor : Angga Saputra







