BANYUMAS — Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Hariyanto Baharudin, menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama siswa SMK Ma’arif NU 1 Cilongok. Kegiatan bertema “Meningkatkan Kualitas Pengawasan Pelaksanaan Perda: Demokrasi di Era Digital” ini berlangsung dinamis dengan melibatkan kalangan pelajar sebagai bagian dari pemilih pemula.
FGD tersebut menghadirkan akademisi Akhmad Rofiq S.Sos, MA (Dosen FISIP Unsoed), Angga Saputra (Jurnalis Indie Banyumas), serta Zunianto Subekti dari Satelit TV yang bertindak sebagai moderator. Diskusi digelar di Gedung IPHI Cilongok, Selasa (21/4/2026),
Dalam forum diskusi, mengemuka peran strategis generasi muda—khususnya Gen Z—dalam menentukan arah demokrasi. Saat ini, kelompok Gen Z bersama milenial diproyeksikan mendominasi komposisi pemilih hingga sekitar 53 persen. Kondisi ini dinilai sebagai momentum penting bagi pelajar untuk mulai memahami politik dan demokrasi sejak dini.
Bambang Hariyanto Baharudin (BHB) menekankan bahwa politik elektoral sangat ditentukan oleh demografi pemilih. Ia menyebut kemajuan teknologi telah membuka akses informasi yang luas, sehingga generasi muda memiliki peluang besar untuk mengenali rekam jejak calon pemimpin secara lebih mudah.
“Kalau dulu untuk mengetahui isu atau profil calon pemimpin cukup sulit, sekarang dengan teknologi cukup melalui pencarian digital, semua informasi bisa diakses. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan,” ujar BHB.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi memiliki dua sisi, yakni membawa manfaat sekaligus potensi dampak negatif. Karena itu, ia mendorong pelajar untuk tetap kritis, aktif menyuarakan pendapat, serta berpartisipasi dalam demokrasi, meskipun tidak harus terjun langsung sebagai politisi.
“Meski tidak menjadi pelaku politik praktis, generasi muda harus tetap memiliki kesadaran politik. Semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan, tidak lepas dari kebijakan politik,” tambahnya.
Sementara itu, Akhmad Rofiq dalam paparannya menyoroti pentingnya literasi digital dalam praktik demokrasi modern. Ia mengingatkan agar pelajar bijak dalam menggunakan media sosial sebagai ruang partisipasi publik.
“Di era digital, partisipasi semakin terbuka. Namun kebebasan itu tetap memiliki batas, sehingga perlu disikapi secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Kepala SMK Ma’arif NU 1 Cilongok, Fathul Azis, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari pendidikan politik bagi siswa. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Harapannya tidak berhenti di sini, tetapi ada tindak lanjut agar pendidikan politik bagi siswa bisa terus berkembang dan berdampak bagi kehidupan berbangsa ke depan,” ujarnya.
FGD ini menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan kualitas demokrasi melalui edukasi politik sejak dini, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa. (Yoga Cokro)








