NASIONAL — TNI Angkatan Laut menyiapkan kekuatan besar menjelang pengamanan situasi keamanan nasional. Dokumen internal merinci total pengerahan mencapai 20.980 personel jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Dilansir dari aktual.com, kekuatan utama berasal dari dua komando besar. Mabesal di Cilangkap menyumbang 4.430 personel, sedangkan Korps Marinir di wilayah Jakarta mengerahkan 4.410 personel. Sisanya ditarik dari berbagai satuan: Koarmada RI, Koarmada I, Pushidrosal, Kodaeral III, Puspomal, Kolinlamil, Seskoal, Lanudal Jakarta, RSAL Dr. Mintohardjo, dan Ladokgi REM.
Bukan hanya personel, dokumen itu juga membocorkan rincian anggaran. Pergeseran personel non-Marinir membutuhkan Rp520,5 juta. Dana itu dipakai untuk uang makan personel yang bergerak lewat jalur laut dan darat, plus sewa 15 bus rute Surabaya–Jakarta.
Rencana ini mengacu pada Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026 tentang pengerahan pasukan pengamanan situasi dan kondisi keamanan, sebagaimana dilansir aktual.com.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi soal target operasi maupun durasi pengerahan. Yang jelas, angka 20.980 personel menandakan skala pengamanan yang tidak kecil. (red)






