INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Bupati Sadewo Siap Pakai Uang Pribadi untuk Biaya Berobat Warga Banyumas

Atasi Krisis Penderes Tua, Banyumas Galakkan Budidaya Kelapa Genjah yang Lebih Aman dan Modern

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.

Kamis, 9 April 2026

FOKUS UTAMA – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayahnya harus benar-benar gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC). Bahkan, ia menyatakan kesiapan menggunakan uang pribadi untuk menanggung biaya warga yang kepesertaan BPJS-nya belum aktif.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2026 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kamis (9/4/2026).

Capaian UHC Banyumas 98 Persen, Anggaran Rp105 Miliar

Bupati Sadewo mengungkapkan, capaian UHC di Kabupaten Banyumas saat ini telah mencapai 98 persen untuk total kepesertaan JKN, dengan kepesertaan aktif sebesar 80 persen.

Pemerintah Kabupaten Banyumas menganggarkan dana Rp105 miliar untuk mendukung program tersebut. Meski demikian, Bupati mengakui bahwa mendapatkan anggaran tersebut tidak mudah di tengah tekanan keuangan daerah.

“Kondisi keuangan di seluruh daerah saat ini lagi agak susah. Saya nyari-nyari duit, salah satunya itu untuk menjamin kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Instruksi Tegas: Layani Pasien Meski Kepesertaan Nonaktif

Bupati Sadewo menyoroti kondisi di lapangan, di mana masih ada warga yang datang ke fasilitas kesehatan dengan status kepesertaan BPJS belum aktif. Hal ini kerap menghambat pelayanan.

Ia pun menginstruksikan seluruh puskesmas dan klinik mitra BPJS untuk tetap memberikan pelayanan dan membantu pembiayaan sementara.

“Kalau kepesertaan tidak aktif, tolong dibantu dulu. Nanti kalau belum bisa, saya ganti dulu. Kalau puskesmas atau klinik belum punya anggaran, ya sudah bayarin dulu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan kesiapan luar biasa. “Kalau mereka tidak mau mengeluarkan uang dari CSR atau UPZ, sudah, nanti tagihkan ke Bupati. Saya bayarin pakai kocek pribadi,” ujarnya.

Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun 2026 di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kamis (9/4/2026). (Dok. Bagian Umum dan Prokompim)

Geram Masih Ada Pungutan Liar

Bupati Sadewo mengaku geram karena masih ditemukan adanya pungutan biaya kepada masyarakat, meskipun program pelayanan kesehatan gratis telah disepakati.

“Saya tidak mau dengar ada keluhan masyarakat harus bayar uang administrasi Rp10 ribu dan uang berobat Rp15 ribu. Ini sudah jelas harus gratis,” tegasnya dengan nada keras.

Ia meminta pelayanan kesehatan gratis bagi warga Banyumas yang memiliki KTP Banyumas diberikan tanpa syarat berbelit. “Tidak peduli dari mana saja, masyarakat Banyumas datang ke puskesmas sudah tidak usah ditanya macam-macam,” katanya.

Bupati menyebut masih ada persoalan, termasuk laporan pungutan di Puskesmas Purwokerto Barat. Ia meminta pengawasan ketat.

” Dengan saya ngomong keras ini, karena saya mendapatkan aduan dari banyak masyarakat,” ujarnya.

Soroti Ketidakhadiran Direktur RS

Bupati juga menyoroti ketidakhadiran sejumlah pimpinan fasilitas kesehatan dalam rapat koordinasi.

“Saya sudah absen, saya panggil. Hal-hal penting seperti ini, direkturnya enggak hadir, itu jadi masalah bagi saya. Itu bukan nyepelekan saya, tapi nyepelekan masyarakat,” tegasnya.

Ia menyinggung pentingnya manajemen rumah sakit. Menurutnya, pimpinan rumah sakit tak harus berlatar belakang medis.

“Saya punya mentor Menteri Kesehatan. Beliau bilang, direktur rumah sakit tidak harus dokter. Kalau memang tidak mampu, ya mungkin diganti dengan orang hukum, orang ekonomi, atau teknik yang mampu memanage rumah sakit menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Sosialisasi dengan Video Kartun

Pemerintah Kabupaten Banyumas akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan. Bupati meminta setiap puskesmas memasang flyer penjelasan mekanisme UHC.

“Juga akan dibuat video yang lucu-lucu seperti kartun, supaya masyarakat lebih mudah memahami,” jelasnya.

Ia menegaskan program ini membutuhkan anggaran sangat besar, meningkat dari Rp47 miliar menjadi Rp105 miliar.

“Mungkin orang lain bilang saya ngemis-ngemis di Jakarta, tapi ini untuk Kabupaten Banyumas. Dan terbukti, kita mendapatkan anggaran non-APBD sebesar Rp294 miliar, termasuk dari CSR,” pungkasnya. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

FIKES UMP Jalin MoU dengan AGD 118, Perkuat Layanan Prehospital

Selanjutnya

Beasiswa Satria Baznas Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Bantuan UKT hingga Rp 5 Juta

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Menag Ajak Umat Islam Jadikan Idulfitri Momentum Perkuat Empati Sosial

Iduladha di Masjid Istiqlal Jadi Standar Kurban Tingkat Asia Tenggara

Senin, 25 Mei 2026

Mahasiswa STMIK Widya Utama Beri Edukasi Hukum Digital untuk Anak Pekerja Migran di Malaysia

Mahasiswa STMIK Widya Utama Beri Edukasi Hukum Digital untuk Anak Pekerja Migran di Malaysia

Senin, 25 Mei 2026

Kades Banjaranyar Gandeng Peradi SAI Gelar Penyuluhan Hukum

Kades Banjaranyar Gandeng Peradi SAI Gelar Penyuluhan Hukum

Senin, 25 Mei 2026

Selanjutnya
Beasiswa Satria Baznas Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Bantuan UKT hingga Rp 5 Juta

Beasiswa Satria Baznas Banyumas 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Bantuan UKT hingga Rp 5 Juta

Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Mandiri Energi: Tutup PLTD, Hemat 200 Ribu Barel Per Hari

Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Mandiri Energi: Tutup PLTD, Hemat 200 Ribu Barel Per Hari

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com