INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Banyak Siswa Bawa Motor , Evaluasi Ujicoba PTM Tahap II di Banyumas

Senin, 10 Mei 2021

PURWOKERTO – Ketentuan ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap II di jenjang SMP yang tidak berbeda dengan tahap I dimana salah satu poin menyebutkan selain orang tua mengizinkan, orangtua juga mau mengantar jemput anak ke sekolah, ternyata pada pelaksanaan masih dilanggar siswa.

Dari pantauan Radarmas di salah satu SMP saat pelaksanaan ujicoba PTM tahap II yang dimulai Senin (3/5), sebagian siswa pergi dan pulang ke sekolah membawa sepeda motor tanpa memakai helm. Tidak hanya satu hari, kondisi ini masih ditemui hingga hari ketiga ujicoba.

Kasi Kurikulum SMP Dindik Banyumas, Riyadi Setyarsono S.Pd mengatakan untuk siswa-siswi SMP yang tidak bisa diantar jemput oleh orangtuanya saat ujicoba PTM tahap II, solusi dari Dindik Banyumas agar siswa mengikuti pembelajaran secara daring. “Dilayani secara daring PJJ,” katanya ketika dikonfirmasi Radarmas.

Kepala SMPN 1 Baturraden, Dra. Arsiti M.Pd mengatakan giliran hari pertama dalam ujicoba PTM tahap II disekolahnya untuk siswa kelas VIII. Siswa ke sekolah pukul 9.30 WIB dan setiap kelas hanya diisi 50%. Adapun materi yang diberikan diawal ialah seputar sosialisasi dan simulasi prokes pembinaan wali kelas hingga pulang pukul 11 00 WIB. Hari kedua untuk kelas VII.
“Orangtua merespon bagus ujicoba PTM tahap II. Siswa di antar jemput ortu atau kerabatnya sehingga semua anak bisa datang sesuai waktu dan tidak terlambat,” katanya kepada Radarmas.

Dilanjutkannya berkoordinasi dengan kesiswaan, ketentuan dan tata tertib ujicoba PTM tahap II sudah dishare ke grup orangtua serta disosialisasikan pada siswa. Pihaknya sudah diminta oleh Dindik Banyumas untuk membuat pola PTM yang dilaksanakan termasuk jadwal yang secara tertulis ditujukan kepada KaDindik Banyumas dengan tembusan kabid terkait.
“Sebelum ujicoba PTM tahap II berjalan juga dilakukan rapid antigen. Hanya 10 guru yang dirapid untuk sample. Hasilnya semua negatif,” pungkas dia. (yda)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Untuk Penyekatan Arus Mudik, Sejumlah Desa Minta Dikirimi Alat Pembatas

Selanjutnya

Jelang Hari Besar Agama, Vihara di Banyumas Didisinfeksi

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Percaya Janji Manis Proyek, Perempuan asal Mersi Rugi Rp280 Juta

Percaya Janji Manis Proyek, Perempuan asal Mersi Rugi Rp280 Juta

Jumat, 15 Mei 2026

Membaca Ulang Soemitronomics: Ekonomi sebagai Arena Pertarungan Nasib Bangsa

Soemitronomics: Antara Kapitalisme Global dan Amanat Konstitusi

Jumat, 15 Mei 2026

Kemenhaj Perketat Pembayaran Dam via Adahi, Jemaah Diimbau Hindari Calo

Kemenhaj Perketat Pembayaran Dam via Adahi, Jemaah Diimbau Hindari Calo

Jumat, 15 Mei 2026

Selanjutnya

Jelang Hari Besar Agama, Vihara di Banyumas Didisinfeksi

Kepala BPPKAD Cilacap: Target PAD Rp 1 Triliun Butuh Waktu

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com