BREBES– Kebakaran hebat yang menghanguskan gudang PT Anisa Jaya Utama di Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, masih menyisakan titik-titik api hingga hari kedua, Minggu (9/8). Proses pemadaman pun terus digencarkan, namun petugas masih dibuat kewalahan oleh tumpukan material karet dan tiupan angin kencang.
Komandan Tim Unit Siaga SAR Brebes, Syaeful Anwar, menjelaskan bahwa fokus pemadaman pada hari ini adalah membasmi sisa-sisa api yang masih menyala di antara timbunan puing.
“Area pemadaman pada hari kedua berfokus pada titik-titik api yang masih menyala. Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat timbunan material karet yang cukup banyak sehingga menyebabkan api sulit untuk dipadamkan,” ujar Syaeful saat dihubungi, Minggu.
Kronologi Kebakaran
Peristiwa nahas ini berawal pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, karyawan gudang tengah membongkar material pailon atau limbah sepatu dari truk Fuso yang baru tiba.
Tak berselang lama, sekitar pukul 14.25 WIB, petugas keamanan melihat kepulan asap dari pojok gudang sebelah utara bagian barat. Api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh isi gudang. Material limbah yang mudah terbakar, ditambah hembusan angin kencang, membuat jilatan api sulit dikendalikan.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Brebes tiba di lokasi pertama kali pada pukul 14.50 WIB. Melihat skala kebakaran yang masif, bantuan pun dikerahkan dari Unit Siaga SAR Brebes, BPBD, PMI, dan instansi terkait lainnya.
Kendala di Hari Kedua
Memasuki hari kedua, meski skala kebakaran menunjukkan penurunan signifikan berkat kerja sama antarpetugas, proses pemadaman belum bisa dinyatakan tuntas.
“Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah timbunan material karet yang sulit dipadamkan serta perubahan arah angin yang cukup kencang. Besar harapan kami semoga api dapat segera dipadamkan secepatnya,” tutup Syaeful Anwar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian materiel secara pasti. Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan terkait penyebab awal mula munculnya api di gudang tersebut.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






