BANYUMAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto menggelar Apel Ikrar Zero Halinar sebagai bentuk komitmen memberantas handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba di lingkungan kerja.
Namun yang paling menarik perhatian adalah ancaman sanksi yang tegas. Kepala Bapas Purwokerto, Bluri Wijaksono, menyebut bahwa setiap pelanggar akan dikenai sanksi disiplin berjenjang.
“Sanksi yang tertinggi bahkan sampai pemecatan dan mungkin diarahkan ke pidana,” tegas Bluri, Kamis (23/4/2026).
Sanksi Bertingkat, Tak Sekadar Teguran
Bluri menjelaskan, sanksi tersebut dimulai dari teguran lisan, teguran tertulis, pemindahan tugas, hingga pembinaan di kantor wilayah. Jika pelanggaran tergolong berat, jalur pidana pun tidak ditutup.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada celah bagi praktik ilegal di jajaran pemasyarakatan.
Hasil Tes Urine: Semua Negatif, Tak Ada Indikasi Pelanggaran
Selama hampir satu tahun memimpin, Bluri mengaku tidak menemukan indikasi pelanggaran Halinar di lingkungan Bapas Purwokerto.
Untuk narkoba, ia memastikan tidak ada satu pun pegawai yang terlibat. Hasil tes urine sampling seluruhnya negatif.
“Semua dinyatakan negatif,” ujarnya.
Terkait pungli, Bluri juga menegaskan bahwa praktik pungutan liar tidak ditemukan. Ia berharap komitmen bebas Halinar ini bisa dijaga secara konsisten setiap tahun.
Tangani Hampir 680 Klien, Sebagian Kembali Produktif
Dalam kesempatan yang sama, Bluri memaparkan bahwa Bapas Purwokerto saat ini menangani hampir 680 klien pemasyarakatan.
Sejumlah klien bahkan telah berhasil menjalani pembinaan dan kembali produktif. Mereka bekerja di berbagai tempat seperti toko, pencucian kendaraan, hingga kantin.
Bluri Pindah Tugas, Serah Terima 29 April 2026
Bluri Wijaksono juga menyampaikan bahwa dirinya akan segera menjalani tugas baru sebagai JFT Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Muda di Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto.
Serah terima jabatan Kepala Bapas Purwokerto dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026. Pejabat pengganti berasal dari Bapas Bau-Bau, Sulawesi.
“Ini amanah baru yang menuntut tanggung jawab besar. Fokus saya memastikan aspek keamanan berjalan optimal demi lapas yang kondusif dan aman,” pungkas Bluri. (Widhiantoro)







