INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Sejumlah ekonom ini prediksi inflasi April 2021 lebih tinggi

Minggu, 2 Mei 2021

JAKARTA – Berdasarkan data BPS, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2021 sebesar 0,08% (mom), level tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,10% (mtm).

Bulan April 2021 sendiri diprediksi inflasi bulanan masih akan meningkat. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksikan Inflasi pada April 2021 diperkirakan sekitar 0,17% (mom) atau 1,46% (yoy).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Artinya keduanya lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan Maret 2021 sebesar 0,08% (mom) atau inflasi April 2020 sebesar 1,37% (yoy).

“Inflasi pada bulan April 2021 akan cenderung didorong oleh kenaikan dari sisi harga barang bergejolak, seperti daging ayam, daging sapi, serta telur. Kenaikan bahan makanan tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan konsumsi masyarakat menjelang bulan puasa,” kelas Josua kepada Kontan.co.id pada Minggu (2/5).

Di sisi lain inflasi pada bulan ini diperkirakan tertahan oleh laju inflasi inti, yang akan melambat menjadi 1,17% (yoy) dari sebelumnya sebesar 1,21% (yoy). Adapun perlambatan inflasi inti diakibatkan oleh penurunan harga mobil, sebagai dampak dari penurunan PPnBM yang diperluas untuk kendaraan hingga 2.500cc.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Meskipun demikian, Josua menerangkan laju bulanan inflasi sisi permintaan cenderung meningkat sejalan dengan potensi peningkatan konsumsi sejalan dengan penyaluran bansos, pembayaran THR dan stimulus lainnya yang diperkirakan mendongkrak permintaan pada bulan April.

“Sementara itu, untuk inflasi barang yang diatur pemerintah, diperkirakan cenderung meningkat terbatas mengingat adanya peningkatan mobilitas masyarakat di tengah larangan mudik lebaran,” jelasnya.

Memasuki kuartal II 2021, secara umum, pemulihan konsumsi masyarakat terus berlanjut. Josua menerangkan, hal tersebut terindikasi dari tren peningkatan indeks kepercayaan konsumen, penjualan ritel, penjualan otomotif dan impor.

Beberapa faktor yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat yang utama adalah penanganan Covid-19 yang terus membaik sejalan dengan program vaksinasi sehingga mendorong mobilitas masyarakat yang meningkat. Tak hanya itu, kebijakan dan stimulus pemerintah seperti percepatan penyaluran bansos, pemberian THR dan gaji ke 14 juga menjadi indikasi adanya pemulihan konsumsi masyarakat

“Selain itu, stimulus pemerintah dengan relaksasi PPN perumahan dan PPnBM kendaraan bermotor juga diperkirakan akan mendorong konsumsi masyarakat kelas menengah dan kelas atas,” kata Josua.

Sehingga secara keseluruhan, laju konsumsi diperkirakan akan tumbuh positif pada kuartal II 2021.

Senada, Ekonom Bank Danamon, Wisnu Wardana juga memproyeksikan bahwa inflasi bulanan April 2021 masih akan meningkat ke level 0,16% (mom). Adapun inflasi April 2021 tahun ke tahun diprediksi juga meningkat hingga 1,45% (yoy). Kemudian inflasi inti diprediksi capai 1,28%.

Proyeksi tersebut berdasarkan survey terakhir Bank Indonesia, dimana sebagian besar harga pangan mengalami kenaikan sebesar 0,05 0,1% (mom), seperti daging ayam, daging sapi, cabai merah, jeruk, dan lainnya. Harga emas juga terlihat lebih tinggi dari bulan sebelumnya sementara indikator permintaan terus membaik, yaitu PMI, kepercayaan konsumen, indeks pengeluaran Mandiri.

Namun demikian, harga beberapa komoditas mengalami penurunan sebesar 0,01% hingga 0,04% (mom) seperti bawang merah, beras dan telur.

“Oleh karena itu, inflasi umum diperkirakan akan meningkat sebesar 0,16% (mom) dibandingkan Inflasi Maret 2021 sebesar 0,08% yang didukung oleh inflasi inti yang lebih tinggi di 0,24% (mom) (vs -0,03% di Mar-21) serta makanan volatil,” jelas Wisnu.

Bank Danamon menyebut, kenaikan inflasi akan terus berlanjut secara bertahap ke depan.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

31 Warga Desa Pekaja yang Positif Covid-19 Dievakuasi ke Baturraden, Klaster Tarawih Masuk Zona Kuning

Selanjutnya

Pria Kebumen Ini Ngaku Keturunan Majapahit-Cabuli Gadis Bawah Umur

TERBARU

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Selasa, 3 Februari 2026

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Selasa, 3 Februari 2026

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Selasa, 3 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

Pria Kebumen Ini Ngaku Keturunan Majapahit-Cabuli Gadis Bawah Umur

Kunci penting investasi daerah ada di harmonisasi kebijakan pusat dan daerah

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com