BANYUMAS — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat 65 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026. Peristiwa itu tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Data tersebut disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan Sukma, berdasarkan pembaruan data hingga 21 Oktober 2026.
Berdasarkan infografis BPBD Banyumas, luas lahan terbakar tercatat mencapai 59.518 hektare. Namun, angka itu masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut untuk memastikan kesesuaian satuan dan cakupan luas lahan yang dimaksud.
Selain karhutla, BPBD Banyumas juga mencatat dampak bencana kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Hingga 21 Oktober 2026, kekeringan berdampak pada 112 desa/kelurahan di 25 kecamatan.
Dampak kekeringan itu mencakup 26.025 kepala keluarga (KK) atau 92.760 jiwa. Selain itu, tercatat 27 fasilitas umum terdampak.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Banyumas telah melakukan 1.670 ritase pengiriman air dengan total distribusi mencapai 8.415.000 liter.
Data tersebut menggambarkan besarnya tantangan penanganan bencana kekeringan dan karhutla di Kabupaten Banyumas sepanjang 2026. Penanganan dilakukan melalui pendistribusian air bersih bagi warga terdampak kekeringan serta upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan kebencanaan dapat menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Banyumas di nomor 0815-4880-8886 atau mengakses situs resmi bpbd.banyumaskab.go.id.
Data bersumber dari infografis BPBD Kabupaten Banyumas dengan pembaruan per 21 Oktober 2026.
Pewarta : Yoga Cokro
Editor Angga Saputra








