BANYUMAS – Kebakaran terjadi di tempat pembuangan limbah kayu lapis di kawasan RT 07/RW 03, Grumbul Cigadog Desa Batuanten, Kecamatan Cilongok, Rabu (23/9/2026) malam.
Informasi kejadian disampaikan Kepala Desa (Kades) Batuanten, Yuliarto HS, SH. Api dilaporkan membakar material limbah kayu lapis yang berada di lokasi tersebut.
Dua unit kendaraan pemadam kebakaran (damkar) dilaporkan telah dikerahkan dan menuju lokasi untuk melakukan penanganan serta pemadaman api.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, luas area yang terdampak maupun nilai kerugian akibat kejadian tersebut.
Petugas di lapangan masih melakukan penanganan. Perkembangan mengenai proses pemadaman dan kondisi lokasi masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas. Dalam sehari hingga siang, sedikitnya tiga kejadian karhutla dilaporkan, Selasa (22/9/2026).
Berdasarkan pantauan, api membakar kebun bambu di wilayah Karanggintung, Kecamatan Sumbang, sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran yang kemudian merembet ke area sekitar.
Kobaran api sempat mendekati permukiman. Jaraknya diperkirakan tinggal sekitar 10 meter dari rumah warga. Petugas Damkar Banyumas langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan tidak sampai meluas ke permukiman.
Sementara itu, Kabid Darlog BPBD Banyumas Abdul Ladjis mengatakan, karhutla juga terjadi di kebun bambu Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok. Kebakaran berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga tidak meluas.
Karhutla lainnya terjadi di lahan jati dengan vegetasi campuran di Desa Tumiyang, Kecamatan Kebasen, sekitar pukul 12.10 WIB. Penyebab kebakaran dan luas lahan yang terbakar belum diketahui.
“Saat ini api sudah padam, namun tim kami masih stand by di lokasi,” katanya.
Abdul menambahkan, pada Senin (21/9/2026) malam kebakaran juga masih terjadi di kawasan lereng Gunung Putri. Api dilaporkan kembali muncul di wilayah Blabur, Janggawana, dan Karangkamal. Bahkan, api sempat hampir merembet hingga wilayah Pekodokan, Desa Wlahar.
“Sudah dua malam berturut-turut, tim kami, unsur gabungan serta masyarakat ke lokasi,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Abdul mengimbau masyarakat tetap waspada karena musim kemarau masih berlangsung. Warga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan, terlebih kemudian meninggalkannya tanpa memastikan api benar-benar padam.
“Jangan ada yang membakar sampah atau lahan, apalagi ditinggal begitu saja. Kemarau masih berlangsung dan api bisa cepat merembet,” imbaunya.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








