PURWOKERTO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga Kamis (20/8) malam belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemeriksaan sejumlah pejabat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Polresta Banyumas. Padahal, isu operasi tangkap tangan (OTT) dan dugaan suap penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran senilai Rp700 juta telah beredar luas di publik melalui pesan berantai sejak sore hari.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, tak kunjung merespons dua kali upaya konfirmasi yang dilakukan Indiebanyumas.com melalui aplikasi WhatsApp. Hingga berita ini ditayangkan, baik pihak KPK maupun Unsoed masih “membisu” di tengah hiruk-pikuk informasi yang berkembang.
Ketidakjelasan sikap lembaga antirasuah ini justru memicu spekulasi di kalangan publik. Pasalnya, dalam kasus-kasus sebelumnya, KPK biasanya segera mengonfirmasi jika benar terjadi OTT yang melibatkan pejabat publik.
Meski tak ada pernyataan resmi, tim penyidik KPK terlihat melakukan pemeriksaan intensif di gedung Satreskrim Polresta Banyumas sejak sekitar pukul 12.30 WIB. Sejumlah pejabat Unsoed terlihat hadir di lokasi, salah satunya Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sekitar pukul 15.30 WIB, Prof. Noor Farid sempat keluar dari ruang pemeriksaan untuk menunaikan salat Ashar di masjid kawasan Mapolresta. Usai beribadah, ia kembali masuk ke gedung Satreskrim. Saat awak media mencoba mengonfirmasi terkait pemeriksaan tersebut, ia enggan berkomentar dan hanya tersenyum.
Selain Prof. Noor Farid, beredar informasi bahwa Wakil Rektor III, Prof. Dr. Norman Arie Prayogo, S.Pi., M.Si., juga turut diperiksa. Namun, hal ini belum mendapat konfirmasi resmi dari KPK.
Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Fakultas Kedokteran Unsoed. Dalam pesan berantai yang menyebar, disebutkan nilai suap yang diterima diduga mencapai sekitar Rp700 juta. Namun informasi tersebut juga masih belum jelas disebutkan sumbernya dari mana.
Pesan yang sama juga menyebutkan sejumlah pihak telah diamankan, sebanyak 5 orang terdiri dari dua pejabat Unsoed dan 3 orang yang disebut sebagai pihak ketiga. Namun, KPK belum memberikan konfirmasi resmi mengenai materi perkara, jumlah, maupun identitas pihak-pihak yang diperiksa atau diamankan.
Rektor dan Warek II di Jakarta, Publik Tunggu Klarifikasi
Sementara itu, Rektor Unsoed dan Wakil Rektor II dikabarkan sedang menjalankan tugas dinas di Jakarta, sehingga tidak terlihat di lokasi pemeriksaan.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi, membenarkan adanya peminjaman ruang untuk pemeriksaan oleh KPK, namun mengaku tidak mengetahui detail perkara yang sedang didalami.
Hingga berita ini diterbitkan, publik masih menantikan klarifikasi resmi dari KPK dan pihak kampus terkait maksud dan tujuan pemeriksaan ini. Apakah ini bagian dari OTT, pengembangan kasus lama, atau sekadar klarifikasi atas laporan masyarakat, semua masih menjadi tanda tanya besar.
Tim Redaksi








