INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

G10T dan 171 Alsintan Bantuan Presiden Prabowo untuk Banyumas, Petani: Satu Pompa Masih Bergiliran

G10T dan 171 Alsintan Bantuan Presiden Prabowo untuk Banyumas, Petani: Satu Pompa Masih Bergiliran

Petani Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, menerima bantuan Alsintan berupa traktor roda empat dan pompa air. Bantuan pompa air tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian, terutama saat musim kemarau, untuk mendukung distribusi air ke area persawahan seluas ratusan hektare. (Dok. Istimewa)

Sabtu, 1 Agustus 2026

BANYUMAS – Sebanyak 171 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi diserahkan kepada 40 kelompok tani di Kabupaten Banyumas, Jumat (24/7/2026) pekan kemarin. Penyerahan berlangsung di halaman belakang Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas.

Bantuan yang disalurkan terdiri atas:

· 124 unit pompa air 3 inci
· 10 unit rotavator
· 8 unit traktor roda empat
· 3 unit combine harvester
· 2 unit rice transplanter

Penyerahan secara simbolis dilakukan melalui Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Tengah dan DPRD Banyumas.

Dukung G10T, Percepat Tanam Hanya 10 Hari

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Arif Sukmo Buwono, ST, MM, mengatakan bantuan alsintan kali ini dibagikan sesuai dengan kebutuhan di setiap wilayah.

“Dengan bantuan ini kita bisa melakukan percepatan panen, percepatan olah, dan percepatan tanam. Alat-alat seperti traktor roda empat dan pompa diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan di musim kemarau,” ujar Arif.

Ia berharap kelompok tani yang menerima bantuan dapat merawat dan mengoptimalkan hasilnya. Arif memaparkan, saat ini petani di wilayah Kabupaten Banyumas masih membutuhkan sejumlah alat, antara lain combine harvester untuk mengurangi kehilangan hasil panen, traktor roda empat, traktor roda dua untuk lahan terasering, rice transplanter, serta pompa air mengingat masih ada sekitar 7.000 hektare lahan kering di Banyumas.

Arif mengapresiasi dukungan penuh dari Presiden Prabowo dan Fraksi Partai Gerindra. Menurutnya, bantuan ini akan mendorong percepatan tanam, percepatan panen, serta optimalisasi pengolahan lahan.

“Kami memiliki inovasi G10T atau Gerakan 10 Hari Tanam. Biasanya petani butuh waktu lebih dari satu bulan untuk tanam setelah panen. Mari kita pangkas menjadi 10 hari,” ungkap Arif.

Ia optimistis dengan perkembangan ilmu pengetahuan, inovasi tersebut dapat dijalankan. “Bapak Presiden berkeinginan petani menuju kesejahteraan, dan Bapak Bupati Banyumas berkehendak menuju swasembada pangan, petani milenial, hingga petani yang menjadi pengusaha,” tambahnya.

Perhatian Khusus Presiden untuk Banyumas

Muh. Erlangga Adinugraha.

Wakil Ketua DPRD Banyumas dari Fraksi Partai Gerindra, M. Erlangga Adinugraha, SM, yang akrab disapa Erik, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan usulan dan pemetaan kebutuhan yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas. Kelompok tani penerima diprioritaskan bagi yang benar-benar membutuhkan.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Pak Prabowo memberi perhatian khusus ke Banyumas, mungkin salah satu faktornya, para leluhurnya adalah kelahiran Banyumas,” ujar Erik.

Ia menambahkan, bantuan untuk petani Banyumas bukan kali pertama diberikan. Fraksi Partai Gerindra terus mendorong dan mengupayakan hadirnya bantuan pemerintah pusat bagi para petani.

“Ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo. Karena itu, kami akan terus berupaya menghadirkan dukungan bagi petani agar produktivitas pertanian di Banyumas semakin meningkat,” katanya.

Erik juga menilai Banyumas mendapat perhatian dalam pengembangan sektor pertanian. Meski demikian, ia menegaskan penyaluran bantuan tetap didasarkan pada kebutuhan dan usulan yang diajukan melalui instansi terkait.

Ia menambahkan, bantuan untuk petani Banyumas bukan kali pertama diberikan. Menurutnya, Fraksi Partai Gerindra terus mendorong dan mengupayakan hadirnya bantuan pemerintah pusat bagi para petani.

“Ketahanan pangan menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo. Karena itu, kami akan terus berupaya menghadirkan dukungan bagi petani agar produktivitas pertanian di Banyumas semakin meningkat,” katanya.

Suara Petani: Satu Pompa untuk Enam Kelompok, Masih Bergiliran

Perwakilan penerima alsintan dari kelompok tani di Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Suwanto, mengucapkan terima kasih atas bantuan traktor roda empat dan pompa air yang diterima.

Namun, ia mengungkapkan bahwa kebutuhan di desanya masih sangat besar. Desa Kalisari memiliki lahan pertanian sekitar 150 hektare dengan enam kelompok tani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

“Dalam musim kemarau ini, kami masih membutuhkan pompa air. Di desa Kalisari ada enam kelompok tani, tetapi baru mendapat satu unit pompa air. Jadi kami masih bergiliran untuk menggunakannya,” ujar Suwanto.

Ia berharap pemerintah kembali menyalurkan bantuan pada tahun depan, tidak hanya pompa air tambahan tetapi juga alat combine harvester.

“Kami berharap semoga mendapat pompa air lagi di tahun depan dan alat combine. Agar petani Desa Kalisari bisa makmur,” pungkasnya.

Dengan total 259 desa yang menjadi sasaran program pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Banyumas terus berupaya mengoptimalkan bantuan yang ada. Program G10T diharapkan menjadi terobosan yang mampu mengubah pola tanam petani dari yang sebelumnya memakan waktu lebih dari satu bulan menjadi hanya 10 hari.

Bantuan 171 alsintan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan swasembada pangan di Banyumas sekaligus menjawab tantangan musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Banyumas.

Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Ekonomi Politik Pancasila Jadi Jalan Keselamatan Bangsa, Nusantara Centre Luncurkan Buku Pemikiran Soemitro

Selanjutnya

Enam Pemuka Lintas Agama Pimpin Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Persatuan di HUT ke-81 RI

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Enam Pemuka Lintas Agama Pimpin Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Persatuan di HUT ke-81 RI

Enam Pemuka Lintas Agama Pimpin Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Persatuan di HUT ke-81 RI

Sabtu, 1 Agustus 2026

G10T dan 171 Alsintan Bantuan Presiden Prabowo untuk Banyumas, Petani: Satu Pompa Masih Bergiliran

G10T dan 171 Alsintan Bantuan Presiden Prabowo untuk Banyumas, Petani: Satu Pompa Masih Bergiliran

Sabtu, 1 Agustus 2026

Ekonomi Politik Pancasila Jadi Jalan Keselamatan Bangsa, Nusantara Centre Luncurkan Buku Pemikiran Soemitro

Ekonomi Politik Pancasila Jadi Jalan Keselamatan Bangsa, Nusantara Centre Luncurkan Buku Pemikiran Soemitro

Sabtu, 1 Agustus 2026

Selanjutnya
Enam Pemuka Lintas Agama Pimpin Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Persatuan di HUT ke-81 RI

Enam Pemuka Lintas Agama Pimpin Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Persatuan di HUT ke-81 RI

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com