INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Ekonomi Politik Pancasila Jadi Jalan Keselamatan Bangsa, Nusantara Centre Luncurkan Buku Pemikiran Soemitro

Ekonomi Politik Pancasila Jadi Jalan Keselamatan Bangsa, Nusantara Centre Luncurkan Buku Pemikiran Soemitro

Para aktivis, penulis, dan tokoh nasional yang akan menghadiri peluncuran buku "Pemikiran Soemitro" serta simposium RUU Perekonomian Nasional di RRI Jakarta, Selasa (4/8/2026) besok. (Foto : Dok. Nusantara Centre)

Sabtu, 1 Agustus 2026

JAKARTA – Di usianya yang ke-81, bangsa Indonesia dinilai masih menghadapi kesenjangan antara visi konstitusi dan realitas kesejahteraan. Ekonomi Politik Pancasila disebut-sebut sebagai jawaban atas ketimpangan sosial yang masih terjadi.

Nusantara Centre, dengan dukungan penuh Banrehi dan Universitas Nusantara, meluncurkan buku “Pemikiran Soemitro” serta menggelar simposium bertema “Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.”

Acara berlangsung di RRI Jakarta, Selasa (4/8/2026), mulai pukul 13.00 WIB, dan didukung penuh oleh Ethos Kreatif Indonesia.

Ekonomi Politik Pancasila: Jalan Keselamatan Berbangsa

Prod. Yudhie Haryono dari Nusantara Centre menegaskan bahwa berbagai kajian dan riset menunjukkan arah pembangunan nasional dalam beberapa dekade terakhir telah menjauh dari cita-cita konstitusi, khususnya amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan negara sebagai pengarah utama perekonomian demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Negara baru dapat disebut bermartabat apabila mampu menguasai produksi, teknologi, pasar, dan pembiayaan ekonominya sendiri. Negara yang tidak mengendalikan pasar domestiknya akan sulit menjadi pemain utama di pasar internasional. Negara yang hanya menjual bahan mentah akan terus berada pada posisi tawar lemah. Itu negara yang dijajah di alam modern,” ujarnya.

Menurut Yudhie, Ekonomi Politik Pancasila bukan sekadar konsep ekonomi, melainkan jalan keselamatan berbangsa dan bernegara. Ia menambahkan, kemerdekaan sejati tidak hanya ditandai oleh bendera Merah Putih, tetapi juga oleh kemampuan menguasai kekayaan alam, melindungi pelaku usaha nasional, membangun industri kuat, menciptakan kemakmuran merata, serta memastikan negara hadir sebagai pengarah utama pembangunan dan keadilan.

17 Aktivis, 8 Penulis, 45 Tokoh Nasional: Simbol 17/8/1945

Acara peluncuran buku dan simposium ini menghadirkan 17 aktivis, 8 penulis, dan 45 tokoh nasional dari berbagai profesi. Angka-angka tersebut sengaja dipilih sebagai simbol proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sekaligus menandakan kebangkitan Ekonomi Politik Pancasila.

17 Aktivis: Zulham, Akbar, Ihsan, Aisyah Loklomin, Naryana Indra, Achmad Chairul Amri, Hanifah Luthfiyah, Farhan Syauta, Emmanuel Odo, Muhammad Isyam, Subhan, Bramantyo, Ilham Ramadhan, Halimatusakdiah, Muhammad Haidar, Mohamad Nur Husen, dan Arie Musclihudin.

8 Penulis: Anang Fahmi, Mikail Adam, Firdaus Syamsu, Agus Rizal, Yaya Sunaryo, Ryo Disastro, Irma Syuryani, dan Asyari Muchtar.

45 Tokoh Nasional: Didin S. Damanhuri, Hendrasmo, Mukit Hendrayatno, Fuad Bawazier, Siti Fadilah Supari, Jumhur Hidayat, Taruna Ikrar, Dedi Setiadi, Angel Damayanti, Bambang Wiwoho, Asep Saefudin, Endin Nasrudin, Ahmad Sodik, Anter Venus, Budi Djatmiko, Viva Yoga Mauladi, Vivi Yulaswati, Afriansyah Noor, Ateng Karsoma, Sri Eko Galgendu, Suyuti Asyatri, Tony Hasyim, Ki Darmaningtyas, Prijanto, Tedjo Edi, Kivlan Zen, Nurrachman Oerip, Heppy Trenggono, Isra Ramli, MS Kaban, Hatta Taliwang, Bastari, Firdaus Djuwaid, Dita Caroline, Jhonnes Marbun, Ery Ratmono, Radhar Tribaskoro, Syanief, Setyo Wibowo, Ishak Tuasikal, Achmad Nur Hidayat, Wati Salam Imhar, Abdulloh Kautsar Badawi, Muhammad Khazim, Kirdi Putra, Lily Sastriyanti, dan Yudi Pratama.

Momentum Kebangkitan Ekonomi Nasional

Para peserta simposium diklaim tidak hanya telah membaca buku Soemitro, naskah akademik, dan Rancangan Undang-Undang Perekonomian Nasional (RUUPN), tetapi juga memiliki tekad yang sama: mendaulatkan ekonomi politik Indonesia sesegera mungkin.

“Perhelatan ini layak menjadi hari kebangkitan ekonomi nasional yang tidak berhenti sebagai seremoni penuh pidato dan diskusi, melainkan aksi nyata: pikiran, ucapan, pidato, tulisan, legislasi, peraturan, dan realisasi di lapangan dalam tempo sesingkat-singkatnya,” tegas Yudhie.

Jika semangat ini benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang konsisten, maka 4 Agustus 2026 tidak hanya akan dikenang sebagai momentum ekonomi politik nasional, melainkan sebagai awal kebangkitan Indonesia merebut kembali kedaulatan ekonominya.

Penulis : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Raperda Pilkades Banyumas Stagnan, 259 Desa Tunggu Kepastian Aturan Pencalonan

Selanjutnya

G10T dan 171 Alsintan Bantuan Presiden Prabowo untuk Banyumas, Petani: Satu Pompa Masih Bergiliran

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

G10T dan 171 Alsintan Bantuan Presiden Prabowo untuk Banyumas, Petani: Satu Pompa Masih Bergiliran

G10T dan 171 Alsintan Bantuan Presiden Prabowo untuk Banyumas, Petani: Satu Pompa Masih Bergiliran

Sabtu, 1 Agustus 2026

Ekonomi Politik Pancasila Jadi Jalan Keselamatan Bangsa, Nusantara Centre Luncurkan Buku Pemikiran Soemitro

Ekonomi Politik Pancasila Jadi Jalan Keselamatan Bangsa, Nusantara Centre Luncurkan Buku Pemikiran Soemitro

Sabtu, 1 Agustus 2026

Raperda Pilkades Banyumas Stagnan, 259 Desa Tunggu Kepastian Aturan Pencalonan

Raperda Pilkades Banyumas Stagnan, 259 Desa Tunggu Kepastian Aturan Pencalonan

Sabtu, 1 Agustus 2026

Selanjutnya
G10T dan 171 Alsintan Bantuan Presiden Prabowo untuk Banyumas, Petani: Satu Pompa Masih Bergiliran

G10T dan 171 Alsintan Bantuan Presiden Prabowo untuk Banyumas, Petani: Satu Pompa Masih Bergiliran

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com