FOKUS UTAMA — Kematian Sutrimo, pria yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, masih menyisakan teka-teki. Hal ini pula yang membuat warga di kampung halaman korban, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, bertanya-tanya.
Sutrimo dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026). Beberapa jam sebelum kejadian, ia sempat menghubungi kerabatnya melalui sambungan video call WhatsApp.
“Menurut cerita dari tetangga terdekat, almarhum sempat video call sedang makan enak. Tak lama kemudian, sekitar kurang lebih satu jam, ada kabar bahwa yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar Khusnul, warga sekitar, Senin (27/7/2026).
Khusnul juga menambahkan bahwa seminggu sebelum meninggal, Sutrimo baru saja pulang mudik ke kampung halaman. Namun, ia kemudian ditelepon dan diminta segera kembali ke Jakarta.
Di tengah kematian Sutrimo, muncul isu yang berhembus di masyarakat bahwa pria yang telah bercerai (duda) tersebut dijadikan atas nama pemilik rumah yang ditinggalinya untuk bekerja mengurus rumah tersebut.
Sekretaris Desa Wlahar, Abas Supriyadi, mengaku tidak mengetahui jika Sutrimo bekerja sebagai kepala rumah tangga di rumah yang diduga milik eks Jampidsus. “Almarhum jarang bersosialisasi dengan warga, jadi kami tak tahu yang bersangkutan kerja sebagai apa,” katanya.
Abas juga mengaku kaget ketika nama Sutrimo tiba-tiba viral. “Kami hanya diberitahu bahwa pada hari Kamis tanggal 23 Juli malam jenazah almarhum dipulangkan dan langsung dimakamkan,” tuturnya.
Terkait isu yang beredar di masyarakat bahwa Sutrimo dikabarkan menjadi atas nama pemilik rumah dan dugaan pembunuhan, Abas mengaku sama sekali tidak mengetahuinya. “Sama sekali soal isu itu kami tidak tahu, kami kaget saja justru setelah dimakamkan, almarhum namanya viral dalam pemberitaan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026) dini hari. Ia kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans.
“Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7) dikutip CNN Indonesia.
Budi mengatakan saat ini penyelidik tengah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.
“Rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya almarhum, serta informasi lain yang berkaitan juga sedang didalami,” tutur dia.
Penulis : Angga Saputra






