BANYUMAS – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, memastikan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas siap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Rabu, 29 Juli 2026 mendatang. Keyakinan itu disampaikan usai meninjau langsung kesiapan fasilitas sekolah di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Senin (27/7/2026).
Dalam peninjauan yang turut didampingi Sekretaris Daerah Agus Nur Hadie dan jajaran Pemkab Banyumas. Sadewo terkesima dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah yang diperuntukkan bagi masyarakat desil 1 dan 2 itu.
“Ini sekolah rakyat, tapi luar biasa. Gedungnya megah, listrik dan air sudah siap, sementara kebutuhan dapur dipenuhi melalui layanan katering,” ujar Sadewo dengan antusias.
Berikut deretan fasilitas lengkap yang telah disiapkan:
· Ruang kelas nyaman
· Laboratorium bahasa dan komputer
· Asrama siswa dan guru
· Dapur dan gedung serbaguna
· Tempat ibadah
· Lapangan olahraga
Kepala SR Terintegrasi 1 Banyumas, Siti Isbandiyah, menjelaskan bahwa jadwal MPLS dimajukan menjadi 29 Juli 2026 karena seluruh persiapan dinilai telah matang. Usai pembukaan, para siswa akan menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebelum kegiatan belajar mengajar resmi dimulai pada 1 Agustus 2026.

Pembentukan Karakter lewat Program Bakti Taruna
Menariknya, sekolah ini tak hanya fokus pada akademik. Para siswa akan mendapat pembekalan disiplin dan karakter melalui Program Bakti Taruna yang melibatkan taruna Akademi Militer, Akademi Kepolisian, serta akademi kedinasan lainnya.
299 Siswa dan Konsep Green School
Hingga saat ini, jumlah peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyumas mencapai 299 siswa, terdiri atas 249 siswa baru dan 50 siswa eksisting dari jenjang SD hingga SMA. Kuota yang semula dialokasikan untuk jenjang SD sebagian dialihkan ke SMP dan SMA guna mengoptimalkan pemenuhan peserta didik.
Tak hanya fasilitas megah, sekolah ini juga mengusung konsep green school dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas. Kolaborasi tersebut meliputi pendampingan pengelolaan sampah serta penghijauan kawasan sekolah agar lingkungan belajar menjadi lebih asri dan berkelanjutan.
Sadewo pun mengajak masyarakat, khususnya keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, agar tidak ragu menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat. Menurutnya, sekolah tersebut didukung tenaga pendidik berkualitas dengan fasilitas yang tidak kalah dari sekolah unggulan lainnya.
“Jangan ragu, ini sekolah untuk rakyat dengan kualitas terbaik,” pungkasnya.
Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








