INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

KPK Turun ke Banyumas, Awasi Ketat Lahan Sawah dan Pengelolaan Sampah

KPK Turun ke Banyumas, Awasi Ketat Lahan Sawah dan Pengelolaan Sampah

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono didampingi Sekretaris Daerah Agus Nur Hadie mengikuti rapat koordinasi dengan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Ruang Joko Kahiman, Purwokerto, Kamis (16/7/2026). (Sub Bag Prokompim Setda Banyumas)

Kamis, 16 Juli 2026

BANYUMAS — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemantauan langsung terkait pengendalian alih fungsi lahan sawah dan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas, Kamis (16/7/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Ruang Joko Kahiman itu dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Sekretaris Daerah Agus Nur Hadie, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Tim dari KPK turut hadir dalam agenda tersebut.

Koordinator Harian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, Didik Mulyanto, mengatakan kegiatan ini bagian dari pelaksanaan 15 aksi strategis nasional. Menurutnya, pengendalian alih fungsi lahan sawah menjadi perhatian utama karena menyangkut ketahanan pangan nasional.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan karena menyangkut dua program prioritas Presiden yang sangat penting, yaitu menjaga ketersediaan pangan dan mendorong perkembangan koperasi,” ujar Didik.

Ia menjelaskan, saat ini tim masih dalam tahap pengumpulan data dan pemetaan kondisi di daerah. Hasil monitoring tersebut akan dibahas di tingkat pusat sebagai bahan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengungkapkan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam mengendalikan pembangunan gerai usaha di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) atau Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

Menurut Sadewo, kerumitan regulasi di tingkat pusat membuat pemerintah daerah kesulitan mengambil langkah tegas. Ia menegaskan perlindungan lahan pertanian merupakan program prioritas nasional yang harus dijaga, namun hingga kini pemda masih menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat terkait alih fungsi lahan untuk sektor usaha.

“Pemerintah daerah hanya bisa mengikuti arahan dan kebijakan yang nantinya dikeluarkan oleh pemerintah pusat,” kata Sadewo.

Meski demikian, Sadewo mengapresiasi kehadiran tim KPK dan kementerian terkait yang turun langsung ke Banyumas. Ia berharap kunjungan ini dapat membantu mencari solusi atas persoalan yang ada.

Pemerintah Kabupaten Banyumas saat ini terus memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait mengenai status hukum Lahan Sawah Dilindungi serta mengkaji kemungkinan legalitas perubahan peruntukan lahan yang telah dimanfaatkan untuk pembangunan gerai usaha.

Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan terbangun kesamaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah sehingga kebijakan yang dihasilkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus melindungi lahan pertanian produktif.

Penulis : Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

MOHAMMAD HATTA: KEHENINGAN DAN KESETIAAN

Selanjutnya

517 Mahasiswa KKN UIN Saizu Diterjunkan ke Tiga Kecamatan di Banyumas

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Messi dan Seni yang Sulit Dihentikan

Messi dan Seni yang Sulit Dihentikan

Kamis, 16 Juli 2026

Mimpi Naela dari Desa Sokawera: Gadis Banyumas yang Kini Berjuang di D’Academy 8 Indosiar

Mimpi Naela dari Desa Sokawera: Gadis Banyumas yang Kini Berjuang di D’Academy 8 Indosiar

Kamis, 16 Juli 2026

DI ATAS BENDERA INDONESIA INCORPORATED

ARSITEKTUR INOVASI BERBASIS NEGARA PANCASILA

Kamis, 16 Juli 2026

Selanjutnya
517 Mahasiswa KKN UIN Saizu Diterjunkan ke Tiga Kecamatan di Banyumas

517 Mahasiswa KKN UIN Saizu Diterjunkan ke Tiga Kecamatan di Banyumas

DI ATAS BENDERA INDONESIA INCORPORATED

ARSITEKTUR INOVASI BERBASIS NEGARA PANCASILA

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com