Di sebuah sudut Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, mimpi besar seorang gadis muda perlahan mulai menemukan jalannya. Berbekal suara khas dan tekad yang kuat, Naela Zahrotul Rizkiyah kini tengah berjuang membawa nama Banyumas di panggung nasional melalui ajang pencarian bakat D’Academy (DA) 8 Indosiar.
Perjalanan Naela menuju kompetisi dangdut bergengsi itu tidak diraih dalam semalam. Berbagai tahapan seleksi harus dilalui, mulai dari audisi secara daring hingga pemanggilan ke Jakarta untuk mengikuti audisi langsung. Kini, mahasiswi UIN Saizu Purwokerto semester 5 tersebut telah memasuki masa karantina sebagai bagian dari proses kompetisi.
Mahasiswi kelahiran Banyumas ini mengawali langkahnya melalui audisi online yang dijalani selama kurang lebih satu bulan. Setelah dinyatakan lolos, ia mendapat panggilan untuk mengikuti audisi langsung di studio Indosiar, Jakarta. Meski sempat pulang ke Banyumas, sekitar sepuluh hari kemudian Naela kembali dipanggil untuk menjalani karantina.
“Kini Naela sudah sekitar dua minggu menjalani karantina,” ungkap kakaknya, Atun Sutiana.
Pendampingan Hukum untuk Perlindungan Preventif
Di tengah perjuangannya menggapai impian, Naela mendapat dukungan yang tidak biasa. Ia memperoleh pendampingan hukum dari pengacara H. Djoko Susanto, SH, sebagai bentuk perlindungan preventif selama mengikuti kompetisi maupun ketika nantinya berkarier di industri hiburan.
Menurut Djoko Susanto, pendampingan tersebut diberikan bukan karena Naela sedang menghadapi persoalan hukum, melainkan sebagai upaya memastikan seluruh proses yang dijalani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Klien kami, Mbak Naela Zahrotul Rizkiyah, yang merupakan wakil Banyumas di ajang D’Academy 8 Indosiar, meminta pendampingan hukum agar selama mengikuti kompetisi hingga berkarier di dunia entertainment dapat berjalan dengan baik,” ujar Djoko saat ditemui, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, profesi advokat tidak selalu identik dengan penyelesaian sengketa atau perkara hukum. Dalam banyak kesempatan, advokat juga berperan memberikan konsultasi serta perlindungan hukum sejak awal agar klien memahami hak dan kewajibannya.
“Dunia hiburan sangat rentan dengan persoalan hukum, mulai dari kontrak kerja, hak dan kewajiban, hingga berbagai aturan yang harus dipahami. Karena itu kami siap memberikan pendampingan dan advokasi,” tambahnya.
“Pengacara tidak selalu mendampingi orang yang bermasalah. Dalam kapasitas Naela sebagai peserta ajang pencarian bakat, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan lancar, tidak ada pelanggaran aturan maupun hal-hal yang dapat merugikan dirinya. Kami berharap Naela mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama Banyumas,” katanya.

Perjuangan Mandiri dan Harapan Dukungan Masyarakat
Di balik semangat yang terus dijaga, perjuangan Naela masih ditopang oleh keluarga. Atun Sutiana mengungkapkan seluruh kebutuhan selama proses mengikuti kompetisi sejauh ini masih dibiayai secara mandiri.
“Kami berharap Naela bisa terus lolos dan membawa nama baik Banyumas. Kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan membantu memviralkan perjuangannya. Dukungan juga dapat diberikan melalui aplikasi resmi yang digunakan selama kompetisi,” ujarnya.
Karena itu, keluarga berharap dukungan dari masyarakat Banyumas terus mengalir, baik dalam bentuk doa, dukungan melalui aplikasi resmi kompetisi, maupun perhatian dari pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Ia juga berharap semakin banyak pihak yang ikut memberikan perhatian terhadap perjuangan Naela sehingga langkah putri Banyumas itu menuju panggung nasional dapat berlangsung lebih maksimal.
Perjalanan Naela menjadi bukti bahwa talenta dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar di tingkat nasional. Di balik setiap penampilan di atas panggung, terdapat kerja keras, pengorbanan keluarga, serta dukungan dari banyak pihak yang menjadi bekal untuk mewujudkan mimpi.
Kini, masyarakat Banyumas pun menaruh harapan agar Naela mampu melangkah semakin jauh di D’Academy 8 dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional.
Penulis : Yoga Cokro
Editor Angga Saputra







