NASIONAL – Wakil Rektor III IKOPIN University, Ahmad Subagyo, menilai Program Magang Nasional (PMN) 2026 menjadi langkah strategis pemerintah dalam membantu lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja. Menurutnya, program tersebut mampu menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi para pencari kerja, yakni minimnya pengalaman.
“Selama ini banyak lulusan memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi masih kesulitan menembus dunia kerja karena belum memiliki pengalaman. Program Magang Nasional menjadi jembatan untuk mengatasi persoalan tersebut,” kata Ahmad Subagyo.
Ia mengungkapkan, pelaksanaan PMN pada 2025 menunjukkan hasil yang cukup positif. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak 102,6 ribu peserta diterima dari total 370,5 ribu pendaftar dan ditempatkan di lebih dari 8.000 perusahaan maupun instansi di berbagai daerah.
Menurutnya, sekitar 30 persen peserta atau sekitar 30 ribu orang langsung direkrut menjadi pegawai tetap setelah menyelesaikan masa magang. Sementara sekitar 30 persen lainnya disebut masih dalam proses rekrutmen oleh perusahaan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan setelah program berakhir.
Selain itu, tingkat kepuasan peserta mencapai 84,26 persen, sedangkan hasil evaluasi mentor menunjukkan 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis selama mengikuti program.
Melihat capaian tersebut, pemerintah meningkatkan kuota PMN 2026 menjadi 150 ribu peserta, naik dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 100 ribu peserta. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp4,14 triliun.
Subagyo menjelaskan, peserta magang akan memperoleh uang saku yang disesuaikan dengan besaran UMP atau UMK di daerah penempatan, berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan. Selain itu, peserta juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, pendampingan mentor, sertifikat program, serta sertifikasi kompetensi dari BNSP.
Ia mengingatkan para peserta agar memanfaatkan masa magang sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan dan etos kerja kepada perusahaan.
“Magang bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi menjadi kesempatan bagi peserta untuk membuktikan kompetensi, disiplin, dan karakter di hadapan perusahaan. Peluang direkrut menjadi karyawan tetap terbuka bagi mereka yang mampu menunjukkan kinerja terbaik,” ujarnya.
Terkait mekanisme pendaftaran, Ahmad Subagyo menjelaskan calon peserta dapat membuat akun melalui platform SIAPKerja, kemudian mendaftar melalui portal MagangHub Kemnaker dengan memilih maksimal dua posisi magang sesuai minat dan kompetensi.
Pendaftaran batch pertama PMN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15–28 Juli 2026. Program tersebut terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1 dengan masa kelulusan maksimal satu tahun, tanpa batasan usia, serta memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti seleksi.
Ahmad Subagyo berharap pemerintah dapat terus meningkatkan kuota peserta pada tahun-tahun mendatang mengingat tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut.
“Semakin banyak kesempatan yang diberikan kepada lulusan muda untuk memperoleh pengalaman kerja, maka semakin besar pula peluang menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” katanya.
Penulis: Alri Johan
Editor : Angga Saputra






