BANYUMAS – Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Banyumas Bersatu menggelar aksi damai di depan Pendopo Si Panji Purwokerto, Sabtu (27/6/2026) pagi. Mereka menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendesak pemerintah memberantas praktik korupsi yang dinilai menghambat pelaksanaan program tersebut.
Aksi yang berlangsung tertib ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang selama ini terlibat langsung dalam pelaksanaan Program MBG di Banyumas. Mereka terdiri dari relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaku UMKM, petani, hingga orang tua siswa penerima manfaat.
Dukungan untuk Program Prabowo-Gibran
Koordinator Lapangan sekaligus Koordinator Relawan SPPG Kabupaten Banyumas, Imam Muntobin, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Kami melakukan aksi damai untuk mendukung program-program pemerintah Prabowo-Gibran. Program yang baik tentu kami dukung, sedangkan yang tidak baik juga akan kami kritisi,” ujar Imam di sela-sela aksi.
Menurutnya, para peserta adalah masyarakat yang merasakan langsung dampak positif dari Program Makan Bergizi Gratis. “Kami ingin menyuarakan bahwa kami adalah masyarakat Indonesia yang benar-benar menerima manfaat dari program-program Prabowo-Gibran, khususnya Program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.
Diikuti Sekitar 3.600 Peserta
Imam memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai sekitar 3.600 orang. Mereka terdiri dari sekitar 3.000 relawan SPPG, 200 anggota Tani Merdeka Indonesia, serta sekitar 400 orang tua siswa penerima manfaat Program MBG.
Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut baru sebagian kecil dari total relawan yang ada di Banyumas. “Kalau hari ini yang hadir sekitar 3.600 orang, sebenarnya itu baru sebagian saja. Mungkin hampir setengah dari total relawan yang ada di Banyumas,” ujarnya.
Desak Korupsi di BGN Ditindak
Selain memberikan dukungan, massa juga menyampaikan tuntutan tegas agar pemerintah menindak pelaku korupsi yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan program tersebut, termasuk di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).
Bupati Berhalangan, Aspem Kesra Jelaskan Alasannya
Para peserta aksi dari Aliansi Masyarakat Banyumas Bersatu tidak ditemui langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam aksi damai di Pendopo Si Panji Purwokerto, Sabtu (27/6/2026) pagi. Mereka justru diterima oleh perwakilan Pemkab Banyumas, yakni Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Nungki Harry Rachmat, Ketua Fraksi Gerindra sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Banyumas Ir. Budiyono, dan anggota Fraksi Gerindra Bobby Listyo Widjatmoko, S.H.

Ketidakhadiran Bupati tersebut turut menjadi sorotan peserta aksi. Pasalnya, dalam perdebatan dengan mahasiswa beberapa waktu lalu, Sadewo Tri Lastiono mengakui bahwa dirinya juga memiliki dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Hal ini membuat sejumlah massa mempertanyakan konsistensi sikap kepala daerah terhadap program yang tengah diusungnya.
Aspirasi Akan Diteruskan ke Pusat
Dalam pertemuan tersebut, Aspem Kesra Nungki Harry Rachmat menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menerima dan menyalurkan seluruh aspirasi massa ke pemerintah pusat.
“Tentu selaku unsur pemerintah daerah, kami akan menerima dan menyalurkan aspirasi tuntutan ini kepada pemerintah pusat, baik kepada Bapak Presiden melalui Kementerian Sekretariat Negara, kepada DPR RI, dan juga kepada Badan Gizi Nasional. Untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan kebijakan lebih lanjut,” jelasnya.
Nungki juga menegaskan bahwa ketidakhadiran Bupati bukan karena ketidakmauan menemui massa. Ia menjelaskan bahwa Bupati tengah mendampingi Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, serta Wakil Ketua MPR yang berkunjung ke Banyumas sejak sehari sebelumnya.
“Kami sudah jelaskan, bukan Pak Bupati tidak mau menemui, karena pada hari ini ada kunjungan dari Menteri Kebudayaan di wilayah Kabupaten Banyumas semalam, bahkan Wakil Ketua MPR pun ada di sini. Sehingga Bupati memang menampilkan kegiatan Pak Menteri Kebudayaan, Pak Fadli Zon. Karena waktunya tidak match, beliau menugaskan kami untuk menerima perwakilan warga,” pungkasnya.
DPRD Banyumas Siap Kawal Aspirasi
Anggota DPRD Banyumas, Bobby Listyo Widjatmoko, yang turut menemui massa aksi juga menyampaikan komitmennya untuk mengawal aspirasi para demonstran.
“Saya bersama pimpinan kami dari Partai Gerindra, kami sifatnya akan mengawal dan mendampingi dan memantau seluruh aspirasi dari teman-teman semua. Kita sampaikan, kita kawal aspirasi ini sampai dengan pusat,” ucapnya.
Sementara itu Budiyono, yang turut menerima aspirasi masyarakat mengatakan tuntutan tersebut akan menjadi masukan penting bagi pemerintah pusat.
Menurutnya, Program MBG memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah karena melibatkan banyak sektor usaha.
“Harapan kami aspirasi masyarakat ini menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat. Program MBG memiliki dampak ekonomi yang sangat besar, mulai dari petani sayur, peternak, pemasok ikan, pedagang pasar hingga pelaku usaha kecil lainnya. Karena itu kami berharap program ini dapat terus dilanjutkan,” katanya.
Aksi damai berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Setelah menyampaikan aspirasi di Pendopo Sipanji, massa membubarkan diri secara teratur sembari berharap pemerintah pusat mempertimbangkan aspirasi masyarakat Banyumas untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis.
Penulis : Angga Saputra







