BANYUMAS – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mendorong paguyuban pedagang pasar membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk mengelola sampah pasar. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi pedagang.
“Saya ingin setiap pasar memiliki KSM yang dikelola langsung oleh paguyuban, sehingga sampah bisa ditangani mandiri oleh pedagang,” ujar Sadewo, Jumat (29/05/2026).
Sebagai tahap awal, Pasar Ajibarang dipilih menjadi lokasi prioritas.
Peran KSM
Plt Kepala DLH Banyumas, Arif Sugiyono, menjelaskan KSM akan menjadi operator utama pengelolaan sampah di pasar. Konsep ini sudah pernah diterapkan di Lapas Purwokerto, di mana warga binaan mengelola sampah internal sebelum ditangani DLH.
Arif menambahkan, sistem pengelolaan sampah Banyumas kini terintegrasi dari hulu hingga hilir :
Hulu: masyarakat mengelola sampah mandiri.
Tengah: KSM bertugas memilah dan mengolah.
Hilir : TPST dan TPA Berbasis Lingkungan dan Edukasi (BLE) Kaliori.
Target 28 KSM Baru
Pemkab Banyumas menargetkan pembentukan 28 KSM baru di seluruh pasar tradisional Banyumas. DLH bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan sedang memetakan pasar yang siap menjalankan program ini.Selain itu, Pemkab juga menyiapkan pembangunan 15 TPST baru untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah.
Hal ini penting karena sampah pasar didominasi sampah organik yang cepat membusuk.“Sampah organik menjadi persoalan utama. Jika menumpuk tiga sampai tujuh hari, akan menimbulkan bau dan masalah lingkungan,” jelas Arif.
Pemerintah membuka peluang penyediaan sarana pendukung, seperti mesin pencacah plastik, agar sampah bisa masuk ke skema ekonomi sirkular dan memberi tambahan pendapatan bagi pedagang.
Penulis: Alri Johan
Editor : Angga Saputra








