INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Tangkapan layar tik tok

Selasa, 28 April 2026

PURWOKERTO – Di tengah tekanan kenaikan harga pangan, warga Purwokerto menemukan cara baru untuk berhemat: berburu voucher diskon makanan lewat TikTok. Platform yang awalnya dikenal sebagai media hiburan kini bertransformasi menjadi pasar digital promo kuliner.

Melalui fitur pencarian, pengguna bisa menemukan berbagai voucher dari puluhan merek makanan dan minuman. Promo yang ditawarkan beragam, mulai dari potongan harga hingga 50 persen, paket bundling, hingga limited offer yang sedang viral.

Berburu Promo Sebelum Makan

Fenomena ini mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat. Jika dulu orang membeli makanan berdasarkan kebutuhan, kini banyak yang justru mencari promo dulu sebelum menentukan pilihan.

Tak sedikit pengguna yang sengaja mengetik kata kunci “voucher makanan” atau nama merek tertentu demi mendapatkan harga terbaik.

Sebagai contoh, promo dari merek seperti KFC kerap menawarkan potongan hingga 50 persen. Satu paket makanan yang biasa dijual sekitar Rp95.000 bisa turun menjadi Rp50.000, bahkan hingga Rp30.000. Selisih harga ini membuat banyak orang tertarik membeli meski awalnya tidak berencana.

Testimoni Warga: Makan Enak Tanpa Perlu Merogoh Kocek Dalam

Salah seorang warga, Mia (21), mengaku pernah memanfaatkan promo tersebut.

“Saya pernah membeli voucher KFC saat ada promo diskon 35 persen. Waktu itu saya dapat paket ayam, nasi, dan yakiniku dengan harga sekitar Rp27.000. Voucher itu saya tukarkan di salah satu outlet KFC di Sumampir,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Agatha (20). Ia menilai keberadaan voucher di TikTok cukup membantu menghemat pengeluaran.

“Menurut saya lumayan membantu, apalagi kalau lagi banyak promo. Bisa makan enak lebih murah tanpa keluar banyak uang,” katanya.

Senada dengan itu, Wiwik (32) mengaku kini cukup sering memanfaatkan promo sebelum membeli makanan.

“Sekarang jadi kebiasaan cek TikTok dulu sebelum beli, apalagi kalau makanan yang lumayan mahal. Kalau ada diskon, pasti lebih pilih yang itu karena lebih hemat,” ujarnya.

Efek Samping: Perilaku Impulsif dan Tekanan Psikologis

Namun, di balik kemudahan ini, muncul kecenderungan perilaku impulsif. Banyak pengguna yang awalnya hanya berniat melihat-lihat, justru berakhir membeli karena tergoda diskon terbatas.

Selain itu, masa berlaku voucher yang singkat turut mendorong keputusan cepat. Akibatnya, aktivitas berburu diskon tak hanya soal hemat, tetapi juga dipengaruhi tekanan psikologis agar tidak melewatkan kesempatan.

Peluang Besar bagi Pelaku Usaha

Bagi pelaku usaha, tren ini menjadi peluang besar. Dengan memanfaatkan TikTok sebagai media promosi, mereka dapat menjangkau lebih banyak pembeli dalam waktu singkat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa TikTok tidak lagi sekadar hiburan, tetapi telah menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi masyarakat. Di Purwokerto, berburu diskon makanan lewat TikTok menjadi strategi baru menyiasati harga yang terus meningkat.

Imbauan: Bijak dalam Berburu Diskon

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap bijak. Tanpa perencanaan, kebiasaan berburu diskon justru dapat meningkatkan pengeluaran, bukan menghemat. (Salwa Reghina Aulia)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Horizon Ekonomi Soemitro: Keadilan Sebagai Tujuan

Selanjutnya

MUI Banyumas Tindaklanjuti Dugaan Sekte Sesat di Purwokerto

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

BRI Jazz Gunung Series 2026: Dari Slamet ke Bromo, Sajikan Musisi Nasional hingga Internasional

BRI Jazz Gunung Series 2026: Dari Slamet ke Bromo, Sajikan Musisi Nasional hingga Internasional

Minggu, 14 Juni 2026

Oasis vs Blur: Bukan Sekadar Musik, Ini Perang Kelas yang Membelah Inggris

Oasis vs Blur: Bukan Sekadar Musik, Ini Perang Kelas yang Membelah Inggris

Minggu, 14 Juni 2026

Dua Tahun Berdiri, UKM Jurnalistik Ma’had Aly Andalusia Terbitkan Tiga Buku

Dua Tahun Berdiri, UKM Jurnalistik Ma’had Aly Andalusia Terbitkan Tiga Buku

Minggu, 14 Juni 2026

Selanjutnya
MUI Banyumas Tindaklanjuti Dugaan Sekte Sesat di Purwokerto

MUI Banyumas Tindaklanjuti Dugaan Sekte Sesat di Purwokerto

Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal di Curug Ciputut Purbalingga, Tim SAR Evakuasi dari Tebing 35 Meter

Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal di Curug Ciputut Purbalingga, Tim SAR Evakuasi dari Tebing 35 Meter

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com