Bukan cuma kota yang adem dan tenang, Purwokerto juga menyimpan surga kecil bagi pecinta kuliner. Di balik gang sempit, pasar tradisional, hingga pinggir jalan, tersedia berbagai makanan khas yang sederhana namun bikin nagih.
Yang menarik, sebagian besar kuliner ini sudah eksis puluhan tahun dan masih mempertahankan cita rasa aslinya.
Penasaran apa saja? Berikut lima rekomendasi kuliner Purwokerto yang wajib kamu coba.
1. Opor Enthok Nini Kenter – Gurih dengan Aroma Kayu Bakar
Lokasi: Jalan Raya Karanglewas-Cilongok, Desa Langgongsari
Warung ini tengah naik daun. Bedanya dengan opor ayam biasa, opor enthok punya rasa lebih “dalam”. Daging entok terasa padat, sedikit kenyal, dan kuahnya gurih ringan namun kaya rempah.
Proses memasaknya masih menggunakan kayu bakar, sehingga ada aroma smoky tipis yang membuat rasanya makin autentik. Banyak pengunjung mengaku kuahnya saja sudah cukup lezat dinikmati tanpa lauk.
Harga: Satu porsi lengkap dengan nasi dan lalapan mulai Rp25.000-an.

2. Soto Jalan Bank H. Loso – Legendaris Sejak 1970-an
Lokasi: Jalan Bank, Purwokerto
Kalau pagi hari bingung mau sarapan, Soto Jalan Bank H. Loso adalah jawabannya. Soto ini sudah terkenal sejak era 1970-an.
Ciri khasnya ada di kuah bening yang tetap kaya rasa: segar, gurih, dengan sedikit sentuhan manis khas Banyumas. Ditambah bumbu kacang yang bikin makin nendang. Disajikan dengan suwiran ayam, bawang goreng, ketupat, dan kerupuk warna-warni.
Teksturnya ringan, tidak berminyak, cocok dinikmati saat udara dingin.
Harga: Mulai Rp20.000-an, tergantung tambahan lauk.

3. Serabi Jalan Bank “Bu Tini” – Lembut dan Manisnya Pas
Lokasi: Kawasan Jalan Bank (satu area dengan soto legendaris)
Serabi Bu Tini sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Teksturnya lembut di tengah, sedikit renyah di pinggir. Rasanya manis tidak berlebihan, gurih khas kelapa dan santan.
Tersedia berbagai varian: dari gula merah tradisional hingga cokelat dan keju. Disajikan hangat, aromanya langsung menggugah selera.
Harga: Rp3.000–Rp6.000 per buah.

4. Empal Kupat Bu Marsih – Gurihnya Awali Hari
Lokasi: Emperan toko depan BCA Pasar Wage
Buat pecinta sarapan berat, Empal Kupat Bu Marsih wajib dicoba. Menu ini terdiri dari ketupat, potongan daging empal yang empuk, lalu disiram kuah santan gurih dan kaya rempah. Tersedia dua pilihan: empal basah dan kering.
Rasanya cenderung bold gurih, sedikit manis, dan mengenyangkan. Cocok untuk mengisi energi sebelum beraktivitas.
Harga: Mulai Rp10.000 per porsi.

5. Sahoun Ayam Pak Kartim – Sederhana Tapi Bikin Kangen
Lokasi: Jalan Kaliputih No.18, Purwokerto Timur
Sahoun ini sudah eksis sejak sekitar tahun 1975. Sekilas mirip mie, tapi teksturnya lebih kenyal dan tebal karena terbuat dari tepung beras dan aci (mirip kwetiau).
Disajikan dengan kuah kaldu ayam bening yang ringan, suwiran ayam, dan taburan daun bawang. Tanpa banyak bumbu minyak, justru itulah keunikannya: rasa clean dan nagih.
Harga: Sekitar Rp15.000 per porsi.

Kesimpulan
Dari opor enthok yang kaya rempah hingga sahoun ayam yang sederhana, kuliner Purwokerto punya satu kesamaan: rasa jujur dan autentik.
Di sini, kamu tidak sekadar makan. Kamu juga menikmati cerita, tradisi, dan suasana yang tak ditemukan di tempat lain.
Jadi, kalau sedang ke Purwokerto, jangan cuma lewat. Luangkan waktu untuk kulineran. Siapa tahu, kamu justru akan meninggalkan kota ini dengan rasa rindu. (Enjang Larasati)







