PURWOKERTO — Final putra Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Tengah 2026 cabang olahraga bola voli U-18 yang digelar di GOR Satria, Minggu (12/4/2026), berlangsung ketat dan penuh tensi. Patriot Purworejo akhirnya keluar sebagai juara setelah menundukkan Atlas Semarang melalui pertarungan lima set.
Pada set pertama, Patriot langsung tampil menekan dan berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 25-19. Penampilan solid ditunjukkan para pemain andalan seperti Raka dan Bayu yang konsisten menghasilkan poin.
Memasuki set kedua, Atlas Semarang bangkit. Patriot sempat tertinggal 9-15 dan hanya mampu memperkecil selisih menjadi 15-20. Atlas menjaga ritme permainan hingga menutup set dengan kemenangan 25-19, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Set ketiga berlangsung sengit. Patriot kembali menemukan pola permainan melalui variasi serangan cepat dan spike keras dari Raka dan Bayu. Meski Atlas sempat mendekat hingga skor 20-23, Patriot mampu mengunci kemenangan set ini dengan skor 25-21.

Pada set keempat, duel berjalan semakin ketat. Kedua tim saling kejar poin hingga imbang 15-15. Atlas kemudian unggul 18-15 dan terus menjaga keunggulan meski Patriot sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 20-22. Atlas akhirnya merebut set keempat dengan skor 25-21, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Set kelima menjadi penentu. Atlas sempat unggul cepat 3-0, namun Patriot berhasil menyamakan kedudukan menjadi 6-6, bahkan berbalik memimpin 8-6 saat pergantian tempat. Pertandingan berlangsung panas hingga poin akhir, sebelum Patriot memastikan kemenangan
dan mengunci gelar juara.
Kemenangan ini menjadi gelar kedua bagi Patriot Purworejo di ajang Kejurprov bola voli U-18 Jawa Tengah.
Pelatih Patriot Purworejo, Jiwangga, mengaku pertandingan final berlangsung di luar ekspektasi timnya.
“Final ini sangat luar biasa. Kami memang diunggulkan, tetapi pertandingan berjalan berat, termasuk dari sisi emosional. Syukur tim mampu melewatinya,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Atlas Semarang, Odi Hermanto, menilai pertandingan ini menjadi bagian dari pembinaan atlet.
“Ini bagian dari program Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) di kedua tim. Bagi kami, ini bukan sekadar soal menang, tetapi momentum untuk menuju kejuaraan nasional adalah tujuan utama,” katanya. (Angga Saputra)








