BANYUMAS – Komunitas PESTOL menggelar rangkaian Halalbihalal, Kopi Darat (kopdar), dan Santunan Anak Yatim pada Minggu, 5 April 2026. Tokoh muda Banyumas, Anton Sardiantoro, atau akrab disapa Anton BJG, mengajak seluruh anggota komunitas untuk hadir dan mempererat hubungan lintas elemen di wilayah Banyumas Raya.
Anton yang juga menjadi Ketua Panitia dalam Halal Bihalal, Kopdar dan Santunan Anak Yatim PESTOL menegaskan pentingnya pertemuan tatap muka di tengah kesibukan masing-masing.
Menurutnya, menjaga silaturahmi tidak cukup hanya melalui interaksi daring, tetapi perlu dirawat dengan kebersamaan secara langsung.
“Ada pepatah tak kenal maka tak sayang. Meski kami sudah saling kenal, akan lebih afdol jika silaturahmi dijaga dengan bertatap muka, bertemu, dan berbagi cerita. Dari situ, persaudaraan akan semakin kuat,” ujar Anton yang juga Ketua BJG Indonesia.
Kegiatan ini juga sekaligus menandai satu tahun perjalanan Komunitas PESTOL. Mengusung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Berbagi dalam Kebersamaan,” acara ini dirancang sebagai wadah solidaritas dan kepedulian sosial.
“Karena dengan bersatu di tengah keberagaman yang ada dalam anggota, berbagi dalam kebersamaan, maka kita akan terus terjalin erat dalam persatuan demi kebaikan khususnya di wilayah Banyumas Raya,” kata Ketua Pasar Durian Nusantara Indonesia ini.
Anton yang saat ini menjadi Pengurus Aktif Pemuda Pancasila sebagai Askot 1 MPW PP Jawa Tengah ini mengatakan, acara yang berlokasi di Patikraja ini terbuka bagi seluruh anggota dan simpatisan.
Panitia juga menyediakan tautan peta digital guna memudahkan peserta menuju lokasi. Adapun untuk lokasinya bisa diakses melalui :
https://maps.app.goo.gl/vfduaANS1pPvwCSF6?g_st=aw
Dengan rangkaian kegiatan yang menggabungkan unsur kebersamaan dan sosial, komunitas ini berharap dapat memperkuat ikatan kekeluargaan sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di sekitar Banyumas.
Komunitas PESTOL resmi dibentuk pada 21 Juli 2025. Berawal dari grup WhatsApp yang hanya berisi 5–6 orang, kini komunitas ini telah memiliki sekitar 289 anggota dari berbagai kalangan. Komunitas ini menjadi wadah silaturahmi bagi siapa saja yang masih memiliki jiwa gaul dan kepedulian terhadap generasi muda.

Semangat, Bukan Usia
Penggagas komunitas menegaskan bahwa istilah “pemuda stok lama” tidak merujuk pada batasan usia, melainkan semangat hidup dan keinginan untuk tetap bergaul.
“Kami ingin menyatukan orang-orang yang meski usianya tidak muda lagi, tapi masih memiliki semangat muda. Kami rindu masa-masa asyik dan gaul dulu, tapi tetap dalam bingkai persatuan,” ujar pengagas PESTOL, Agung Buwono.
Di balik nuansa nostalgia dan kebersamaan, pembentukan PESTOL ternyata didorong oleh kepedulian serius terhadap kondisi generasi muda saat ini. Permasalahan seperti narkoba dan geng motor menjadi perhatian utama para pendiri komunitas. (Angga Saputra)







