JAKARTA – Komunitas perantau Banyumasan di Ibu Kota bersiap menggelar Banyumas Guyub Festival (BGFest) 2026 sebagai ajang silaturahmi, pelestarian budaya, sekaligus penyerapan aspirasi masyarakat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 April 2026, di Lapangan Banteng dengan target peserta mencapai 1.000 hingga 3.000 orang.
Festival ini mengusung konsep “Guyub Aspiratif” yang memadukan unsur kebersamaan, dialog publik, dan hiburan rakyat khas Banyumasan. Salah satu agenda utama adalah forum dialog antara masyarakat perantauan dengan Adisatrya Suryo Sulisto, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat Banyumas.
Ketua Panitia Penyelenggara, Karno menyebutkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga ruang penyampaian aspirasi masyarakat Banyumasan yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.
“Selain itu, forum ini juga akan membahas program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat daerah asal,” katanya.
Adapun dari sisi budaya, Karno mengatakan, BGFest 2026 akan menampilkan beragam kesenian tradisional khas Banyumas, seperti pertunjukan Ebeg (Kuda Lumping) dan flashmob Tari Lengger Banyumasan yang melibatkan komunitas serta generasi muda.
“Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat identitas budaya di tengah kehidupan urban perantauan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, imbuh Karno, festival juga menghadirkan hiburan rakyat berupa pentas musik campursari Banyumasan yang menampilkan penyanyi dan seniman daerah.
“Ada interaksi langsung antara artis dan penonton diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” terangnya.
Dari sektor ekonomi, panitia turut menghadirkan bazar UMKM yang menargetkan 30 hingga 50 stan. Produk yang ditampilkan meliputi kuliner khas Banyumas, kriya, batik, hingga produk kreatif lainnya. Bazar ini diharapkan membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal di wilayah Jakarta.
Rangkaian acara akan dimulai sejak pagi hari dengan persiapan dan pembukaan area bazar, dilanjutkan pertunjukan budaya, dialog aspiratif, hingga hiburan rakyat dan penutupan pada sore hari.
Dengan melibatkan lebih dari 20 media partner serta dukungan dokumentasi profesional, BGFest 2026 ditargetkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat jejaring sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Banyumasan di perantauan. (Angga Saputra)









