INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Diskusi Publik: Mengupas Tuntas Bahaya Neoliberalisme bagi Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Diskusi Publik: Mengupas Tuntas Bahaya Neoliberalisme bagi Kedaulatan Ekonomi Indonesia
Jumat, 8 Agustus 2025

NASIONAL — Nusantara Centre dan Majalah Jakarta akan menggelar diskusi publik bertajuk “Menghentikan Sesat Pikir Ekopol Neoliberalisme” pada hari Sabtu, 9 Agustus 2025, di Café Tatap Moeka, Depok. Acara ini bertujuan untuk mengupas tuntas dan mencari solusi atas dominasi neoliberalisme dalam kebijakan ekonomi nasional.

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber ahli yang berpengalaman dalam merumuskan ide dan praktik Ekonomi Pancasila, yaitu Prof. Yudhie Haryono, Direktur Eksekutif Nusantara Centre, dan Dr. Agus Rizal, ekonom dari Universitas MH. Thamrin. Keduanya telah berkecimpung selama 20 tahun dalam bidang ini.

Sebagai penulis produktif, Prof. Yudhie Haryono dikenal dengan karya-karyanya yang beragam, mulai dari isu agama, ekonomi, politik, sosial-budaya, hingga pertahanan. Ia juga merupakan penemu teori psiko-hermeneutika, trias ekonomika, dan penggagas kurikulum Nusantara Studies.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Sementara itu, Dr. Agus Rizal adalah ekonom muda sekaligus pendidik yang aktif menulis jurnal tentang ekonomi dan politik.

Dalam diskusi ini, para narasumber akan membahas berbagai aspek neoliberalisme, di antaranya:

  •  Apa itu neoliberalisme dan mengapa ideologi ini begitu mendominasi tata kelola ekonomi global.
  •  Mekanisme kerja neoliberalisme, termasuk privatisasi, deregulasi, dan pasar bebas yang seringkali melemahkan peran negara.
  •  Peran aktor neoliberalisme, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang berupaya merestrukturisasi ekonomi demi kepentingan segelintir elite.
  •  “Ilusi trickle down effect”, sebuah asumsi keliru bahwa pertumbuhan ekonomi akan otomatis menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat.
  •  Perbandingan dengan cita-cita negara Pancasila, yang menjadikan keadilan sosial dan kedaulatan ekonomi sebagai landasan utama, sangat bertolak belakang dengan prinsip neoliberalisme.

Acara ini juga menjadi wadah penting untuk merumuskan strategi perlawanan serta memperkuat agenda ekonomi-politik alternatif yang berpihak pada rakyat, desa, dan bangsa.
Diskusi ini terbuka untuk umum dan akan dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai. Bagi Anda yang peduli terhadap masa depan kedaulatan ekonomi Indonesia, jangan lewatkan kesempatan ini.

Acara ini terselenggara berkat dukungan dari CV. Sinar Graha Mitra, PT. Genta Niaga Wijaya, dan PT. Rakyat Pinggiran Indonesia.

Informasi Lebih Lanjut:
Panitia Pelaksana Nusantara Centre & Majalah Jakarta
Narahubung: Setiyo Wibowo
Telp/WA: 0821-3892-9452

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Dari Meja Hijau ke Hutan Hijau, Peradi SAI Hijaukan Lereng Gunung Slamet

Selanjutnya

Ananto Tuding Ada Upaya Tutupi Dokumen Asal Usul Lahan Lapangan Cilongok

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Akhiri Rebutan Air Saat Kemarau, Petani Banjarsari Kidul Dapat Pompa Air dari Adysatria

Akhiri Rebutan Air Saat Kemarau, Petani Banjarsari Kidul Dapat Pompa Air dari Adysatria

Kamis, 5 Maret 2026

Adisatrya Suryo Sulisto Salurkan Bantuan Alsintan untuk 15 Gapoktan di Banyumas

Adisatrya Suryo Sulisto Salurkan Bantuan Alsintan untuk 15 Gapoktan di Banyumas

Kamis, 5 Maret 2026

Keluhan Muncul Saat Ramadan, FMP2M Banyumas Minta Evaluasi Menu MBG

Keluhan Muncul Saat Ramadan, FMP2M Banyumas Minta Evaluasi Menu MBG

Kamis, 5 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya
Advokat AW Minta Atensi Dugaan Tipikor dan Mafia Tanah dalam Proyek Sapphire Mansion

Ananto Tuding Ada Upaya Tutupi Dokumen Asal Usul Lahan Lapangan Cilongok

Kasus Aset Kebondalem, Ananto Widagdo: “Kajati Tidak Boleh Hentikan Kasus Hukumnya”

Kasus Aset Kebondalem, Ananto Widagdo: “Kajati Tidak Boleh Hentikan Kasus Hukumnya"

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com