INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Anggaran Penanganan Covid-19 di Kebumen Rp 94,3 Miliar, Insentif Nakes Rp 33 Miliar

Sabtu, 31 Juli 2021

Kebumen – Pemkab Kebumen mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 cukup besar khususnya dalam bidang kesehatan.

Total anggaran bidang kesehatan pada tahun 2021 sebesar Rp 94,3 miliar.

Anggaran paling besar adalah untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) daerah dalam penanganan Covid-19 yakni sebesar Rp 33 miliar.

Realisasi penyerapan anggaran hingga Kamis (29/7) sebesar Rp 22,6 miliar atau 38,33 %.

Kemudian anggaran untuk dukungan vaksinasi sebesar Rp 31,9 miliar dengan realisasi Rp 8,75 miliar (27,41 %). Untuk belanja kesehatan lain Rp 15,8 miliar dengan realisasi Rp 5,6 miliar (35,65 %).

Dukungan pada kelurahan dalam penanganan pandemi Covid-19 Rp 1,83 dengan realisasi Rp 1,1 miliar (60,22 %).

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 Pusat dan sejumlah kepala daerah secara daring di Gedung F, Kompleks Setda Kebumen, Jumat (30/7).

Acara dihadiri oleh Wakapolres Kebumen Kompol Edi Wibowo, Asisten I Sekda Edi Rianto ST MT, Kepala Dinas Kesehatan dr Dwi Budi Satrio MKes dan sejumlah kepala OPD terkait.

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyebutkan pemasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya capaian tracing dari target 1:15, capaian di Kebumen 1:10.

Selain itu, kasus kematian Covid-19 masih cukup tinggi.

Mortality rate mencapai 36,8, jumlah konfirmasi meninggal dunia per 100.000 penduduk.

Menurut Bupati, salah satu penyebab tingginya angka kematian Covid-19 di Kebumen karena masih banyak warga ketika sakit yang mengarah pada gejala Covid-19 tidak langsung dibawa ke rumah sakit, terlebih mereka yang punya penyakit penyerta.

“Jadi masyarakat harus memahami, ketika sudah demam, panas dua hari tidak sembuh jangan ragu untuk periksa ke dokter atau rumah sakit. Apalagi kalau ada penyakit penyerta, gula, jantung, asma, jangan sampai telat, rujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

89.803 Keluarga di Cilacap Jadi Sasaran Bansos Selama PPKM Darurat

Selanjutnya

Data DTKS Belum Up to Date, Orang Meninggal Masih Dapat Bantuan

TERBARU

Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal di Curug Ciputut Purbalingga, Tim SAR Evakuasi dari Tebing 35 Meter

Pria 32 Tahun Ditemukan Meninggal di Curug Ciputut Purbalingga, Tim SAR Evakuasi dari Tebing 35 Meter

Selasa, 28 April 2026

MUI Banyumas Tindaklanjuti Dugaan Sekte Sesat di Purwokerto

MUI Banyumas Tindaklanjuti Dugaan Sekte Sesat di Purwokerto

Selasa, 28 April 2026

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Beralih dari Hiburan ke Belanja, Sejumlah Warga Purwokerto Borong Diskon Makanan Lewat TikTok

Selasa, 28 April 2026

POPULER BULAN INI

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Rabu, 22 April 2026

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Selasa, 14 April 2026

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya

Data DTKS Belum Up to Date, Orang Meninggal Masih Dapat Bantuan

Puluhan Bus Pariwisata Konvoi di Jalur Selatan Cilacap, Ada Apa?

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com