INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

RPH di Banyumas Hanya Layani Pemotongan Sapi, Maksimal 50 Ekor Per Hari

Senin, 12 Juli 2021

PURWOKERTO – Himbauan penyembelihan hewan qurban agar di lakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH), terkendala kapasitas RPH. RPH Tambaksari saja, sebagai RPH yang terbesar dan sudah dapat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) hanya bisa melayani maksimal 40-50 ekor per harinya.

“Lainnya seperti RPH Cilongok, Ajibarang, Wangon, Sokaraja, dan Sumpiuh rata-rata 3 ekor setiap harinya,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas Ir. Sulistiono, M.Si.

Selain itu ia katakan, untuk RPH hanya melayani pemotongan hewan qurban sapi. Karena menurutnya, RPH khusus untuk sapi.

“Kami tidak menerima kambing. Kambing jika mau bisa menunggu pemotongan sapi selesai,” ucapnya.

Melihat kapasitas RPH yang ada, ia akui tidak akan mampu jika semua hewan qurban yang ada dipotong di RPH. Sebagai gambaran, tahun lalu total ada sekitar 5.600 ekor sapi dan sekitar 11.500 kambing yang di qurbankan.

“Kalau semua harus di RPH tidak mampu. Yang tidak tertampung di RPH bisa dilingkungan masing-masing dengan protokol kesehatan ketat,” tuturnya.

Kendala lain, ia sebut selain kapasitas adalah, saat penyembelihan hewan qurban masyarakat menghendaki dilakukan saat pagi hari. Jika semua meminta saat pagi hari, maka RPH akan kewalahan.

“Kendala semua minta waktu pagi. RPH kita disiapkan buat motong harian, bukan buat serempak,” jelasnya.

Ia sarankan, agar pemotongan dilaksanakan di hari berikutnya. Karena, jika semuanya ingin dilayani di hari yang sama akan terjadi penumpukan di RPH.

“30 ekor sapi itu sampai siang jam 11.00an, biasanya pada ingin pagi, biar siang tinggal bagi. Satu ekor sapi perlu waktu 15-20 menit untuk pemotongan,” pungkasnya. (aam)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Gerakan di Rumah Saja, Kebumen Mendadak Jadi Kota Mati

Selanjutnya

Peminat Dokter untuk RS Darurat Hotel Rosenda Belum Ada, Didominasi Nakes Non Dokter dan Apoteker

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Dari Cilangkap ke Jakarta: 20.980 Personel TNI AL Bersiap

Dari Cilangkap ke Jakarta: 20.980 Personel TNI AL Bersiap

Rabu, 4 November 2026

Presiden Prabowo Desak Perluasan Beasiswa, Kemenag Siapkan Rp1,6 Triliun KIP Kuliah

Buntut Dugaan Penyadapan Kepala Negara, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP

Rabu, 4 November 2026

Retaknya Solidaritas Kebangsaan: Membaca Peradaban Indonesia Pasca G30S PKI dari Perspektif Ibnu Khaldun

Penyadapan Di Istana dan Bayang-Bayang Sejanus: Cermin Sejarah Romawi

Rabu, 4 November 2026

Selanjutnya

Peminat Dokter untuk RS Darurat Hotel Rosenda Belum Ada, Didominasi Nakes Non Dokter dan Apoteker

Kampung Bahari Nusantara di Cilacap Terus Dikembangkan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com