INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Cilacap targetkan luas tanam palawija capai 15.000 hektare tahun 2021

Rabu, 7 Juli 2021

Cilacap – Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menargetkan luas tanam palawija khususnya kedelai dan jagung di lahan sawah pada 2021 mencapai 10.000-15.000 hektare, kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap Supriyanto.

“Kalau di lahan sawah, sebagian belum mulai (tanam palawija) karena panen padi belum selesai. Kami sebenarnya menargetkan penanaman palawija dilakukan pada awal musim hujan, sekitar bulan September-Oktober, karena sekarang musim kering (kemarau),” katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Dalam hal ini, kata dia, area persawahan di wilayah timur Kabupaten Cilacap untuk sementara diistirahatkan karena musim kering, namun di wilayah barat khususnya daerah pegunungan yang secara alami tersedia air sehingga masih bisa ditanami, meskipun tidak signifikan.

Oleh karena itu, dia mengharapkan area persawahan di wilayah barat Kabupaten Cilacap dapat ditanami palawija setelah selesai panen padi.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Setelah panen ini, kami harapkan sebagian bisa ditanami kedelai, sebagian ditanami jagung, tetapi sporadis, tidak terlalu luas. Yang pasti, penanaman palawija kami prioritaskan pada awal musim hujan,” katanya menjelaskan.

Terkait dengan potensi panen padi pada musim sadon atau kemarau, Supriyanto menargetkan hasilnya lebih baik dari tahun sebelumnya karena pertanaman lebih bagus.

“Cuma permasalahannya kualitas gabah yang dihasilkan seperti pada awal Juli, wilayah timur kan sudah panen, cuma secara kebetulan ada angin kencang dan hujan. Itu kan memengaruhi kualitas gabah,” katanya.

Bahkan, kata dia, harga gabah kering panen (GKP) saat itu hanya sebesar Rp3.400 per kilogram atau jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) untuk GKP yang sebesar Rp4.200 per kilogram.

“Oleh karena itu, petani menjerit, tapi kondisinya kayak begitu. Di satu sisi memang kita sedang over supply (pasokan berlebih), di satu sisi kualitas gabah pas kemarin panen ada yang kurang bagus, sehingga harganya juga kurang bagus,” katanya.

Menurut dia, pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berdasarkan hasil rapat secara virtual dengan Kementerian Pertanian diambil solusi meminta bantuan Perum Bulog.

Akan tetapi ternyata, kata dia, Bulog juga tidak bisa menjual gabah dan beras yang dibeli dari petani.

“Dia (Bulog) bisa beli tetapi tidak bisa ‘membuang’ (menjual) kan juga neracanya jadi negatif. Nukoni thok ora bisa adol (membeli terus tetapi tidak bisa menjual), itu masalah juga,” katanya.

Sementara untuk kebutuhan beras untuk pasar lokal, kata dia, saat sekarang sedang tidak begitu baik seiring dengan adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) seperti tidak adanya acara hajatan serta penutupan sementara kegiatan pariwisata yang berdampak pada sektor perhotelan dan rumah makan.

“Secara otomatis penyerapan beras di tingkat masyarakat ya sangat rendah, ditambah lagi Bulog tidak lagi mampu menyerap gabah terlalu banyak. Enggak tahu nanti harga gabah akan seperti apa, karena stok gabah di Bulog aman dan nasional mengakui bahwa capaian produksi bagus, tetapi capaian harga ini petani yang menjerit,” katanya.

Padahal, kata dia, luasan panen padi sampai akhir bulan Juli untuk wilayah timur Kabupaten Cilacap yang masuk daerah irigasi Serayu hampir mencapai 19.000 hektare, sedangkan untuk wilayah barat yang diperkirakan akan memasuki masa panen pada bulan Agustus mencapai kisaran 45.000 hektare.

Terkait dengan hal itu, Supriyanto mengharapkan adanya kebijakan nasional untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah di tingkat petani. “Mungkin dengan melakukan ekspor,” katanya.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Nekat Buka Melebihi Jam Malam, Sejumlah Cafe Ditutup Paksa

Selanjutnya

Tangan Kirinya Diamputasi, Kuasa Hukum Aris Santoso Layangkan Surat Somasi Kepada RS Siaga Medika

TERBARU

Wisatawan Brebes Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan Meninggal Dunia

Wisatawan Brebes Terseret Ombak di Kebumen, Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 25 Maret 2026

3 Tahun Tren Nikah di Bulan Syawal Meningkat, Kemenag Catat 667 Ribu Pasangan

3 Tahun Tren Nikah di Bulan Syawal Meningkat, Kemenag Catat 667 Ribu Pasangan

Rabu, 25 Maret 2026

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Rabu, 25 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Adisatrya Suryo Sulisto Bagikan 300 Paket Sembako untuk Perantau Banyumas-Cilacap di Jabodetabek

Adisatrya Suryo Sulisto Bagikan 300 Paket Sembako untuk Perantau Banyumas-Cilacap di Jabodetabek

Sabtu, 7 Maret 2026

Selanjutnya

Tangan Kirinya Diamputasi, Kuasa Hukum Aris Santoso Layangkan Surat Somasi Kepada RS Siaga Medika

Mobil Remuk Setelah Hantam Truk di Bawang Banjarnegara, Begini Kronologinya

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com