
PURWOKERTO, indiebanyumas.com – Saat ini situasi pandemi Covid-19 di Indonesia dalam kondisi kritis. Hal ini ditandai dengan lonjakan kasus baru harian dan jumlah kematian. Kondisi ini disebut serangan gelombang ke-2 pandemi.
Oleh karena itu, pemerintah telah merespon dengan kebijakan PPKM Darurat khususnya untuk Jawa-Bali. Ini merupakan perang sesungguhnya melawan musuh yang tidak kasat mata yang terus bermutasi.
Untuk itu, Ahli Epidemiologi Lapangan (Field Epidemiology) Fakultas Kedokteran Unsoed dr.Yudhi Wibowo,M.PH mengajak masyarakat Banyumas tidak panik menghadapi penyebaran Covid-19 pada masa pandami.
“Tetap tenang, tidak perlu takut dan panik berlebihan namun harus bersikap lebih waspada dan lebih mawas diri,” katanya.
Dia juga mengatakan masyarakat perlu meningkatkan tindakan dengan prinsip aman, iman dan imun. Aman yaitu melindungi diri dengan lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan. Gunakan masker sesuai standar dengan benar terutama di ruang tertutup atau saat keluar rumah yang berpotensi akan berinteraksi dengan banyak orang.
Akan lebih baik lagi jika menggunakan masker dobel (sisi dalam masker bedah + sisi luar masker kain minimum 2 lapis). Menjaga jarak aman mininum 2 meter, sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta menghindari makan bersama.
Kedua, setelah ikhtiar dengan cara aman, kemudian meningkatkan iman. Bertawakalah kepada Tuhan YME. Memperteguh keimanan dan semakin mendekat kepada sang pencipta. Ketiga imun, yaitu menjaga kondisi badan dalam keadaan fit dengan cara relaksasi, berpikir positif, cukup istirahat, makan bergizi.
Kemudian tetap menjaga hubungan sosial serta paling penting mampu memilih dan memilah informasi yang benar atau valid dari media sosial. “Jika tidak bisa memilih dan memilah informasi dari media sosial maka lebih baik menghindari media sosial. Karena sumber unformasi yang tidak benar (hoax) bisa menyebabkan kebingungan, ketakutan, dan kepanikan berlebihan. Infodemik jauh lebih berbahaya dari pandemi itu sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut dr.Yudhi Wibowo mengatakan, masyarakat harus bisa mengenali gejala sedang Covid-19, untuk segera datang ke rumah sakit. Gejala sedang misalnya mulai terasa nafas pendek, tanda delirium karena otak kekurangan oksigen.
“Bagi masyarakat yang belum vaksin, untuk segera vaksin sesuai program pemerintah. Akselerasi vaksinasi sangat penting dan butuh kerjasama masyarakat. Agar segera tercapai min 70℅ jumlah penduduk sebagai batas min herd immunity,” katanya menjelaskan. (ang-1)






