INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Industri Padat Karya Jadi Tumpuan Pemulihan Ekonomi Banyumas

Selasa, 9 Maret 2021

M Faisal Nur Ikhsan | Bisnis.com 09 Maret 2021 | 00:32 WIB

Pemerintah Kabupaten Banyumas siap jemput bola dalam melayani calon investor yang masuk. Kemudahan tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru di tengah kondisi pandemi Covid-19

PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas membuka lebar kesempatan untuk berinvestasi di daerahnya. Hal tersebut dilakukan demi mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. “Kalau ada [proyek investasi] padat karya, kalau langsung bisa merekrut 500 orang tenaga kerja, [pengurusan] ijin [dilakukan secara] jemput bola. Kita yang akan ambil persyaratannya, mereka [investor] tinggal duduk manis saja,” jelas Bupati Banyumas Achmad Husein, Senin (8/3/2021).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Kepada Bisnis, Husein menjelaskan bahwa kemudahan tersebut diberikan guna meningkatkan daya saing Kabupaten Banyumas di mata investor. “[Industri] tekstil sudah masuk, sekarang pabrik sepatu, lagi saya dekati terus,” jawabnya ketika ditemui di sela-sela kegiatannya. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Banyumas telah menyiapkan kawasan industri garmen di Blok Sekti, Desa Randegan, Kecamatan Wangon, Banyumas. Tak hanya garmen, kawasan industri lainnya juga bakal disiapkan untuk menampung calon investor. “Niatnya 250 hektare, tapi yang baru kita bebaskan masih 50 hektare. Seharusnya 2023 [sudah bisa operasional] cuma ini kena Covid-19 [sehingga anggarannya dialihkan,]” jelas Husein.

Selain sektor industri padat karya, Kabupaten Banyumas juga dikenal dengan berbagai komoditas berbasis ekspor. Misalnya saja minyak atsiri, gula kristal, serta produk pertanian seperti pala dan porang. “Hasil bumi lainnya yang ekspor-ekspor banyak itu. Kalau gula kristal ke Belanda, India ada, Arab ada, hampir ke seluruh dunia. Disini yang dicari karena kualitasnya sudah internasional,” jelas Husein. Pemerintah tengah memberi perhatian khusus kepada sektor industri dan usaha ekspor-impor di tanah air.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Pasalnya, peningkatan daya saing sektor industri diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional di masa pandemi. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pada tahun 2020 kontribusi sektor industri pengolahan mencapai 17,89 persen. “Tahun 2020, ekspor sektor industri mencapai US$131,13 miliar atau berkontribusi sebesar 80,30 persen dari total ekspor nasional. Sedangkan, nilai investasi sektor industri pada tahun 2020 sebesar Rp272,9 triliun, meningkat dibanding tahun 2019 yang mencapai Rp216 triliun,” jelas Eko S.A. Cahyanto, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian.

Dalam keterangan resmi tertanggal 7 Maret 2021, Kementerian Perindustrian bakal mendorong industri tanah air untuk dapat melakukan perluasan pasar ekspor, khususnya ke pasar non-tradisional seperti Afrika, Asia Selatan, dan Eropa Timur.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Lansia di Purwokerto Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19, Ada yang Nekat meski Dilarang Dokter

Selanjutnya

Kiriman Berlimpah, Daya Tampung TPST Wlahar Tak Memadai

TERBARU

Kasus Kekerasan Pengamen Obor di Purwokerto Selesai Lewat Restorative Justice

Kasus Kekerasan Pengamen Obor di Purwokerto Selesai Lewat Restorative Justice

Kamis, 19 Maret 2026

Penentuan Awal Ramadan dan Syawal Makin Seragam, Ini Kriteria Terbaru MABIMS

Penentuan Awal Ramadan dan Syawal Makin Seragam, Ini Kriteria Terbaru MABIMS

Kamis, 19 Maret 2026

AKANKAH KITA MENEMUKAN SOEMITRONOMICS?

AKANKAH KITA MENEMUKAN SOEMITRONOMICS?

Kamis, 19 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Kiriman Berlimpah, Daya Tampung TPST Wlahar Tak Memadai

Ngapak

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com