AJIBARANG – Kebakaran hebat melanda area produksi PT Albasia Cipta Sejahtera (ACS) di Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jumat (7/8) malam. Api baru berhasil dijinakkan setelah petugas pemadam kebakaran berjuang selama kurang lebih 17 jam, tepatnya hingga Sabtu (8/8) pukul 16.40 WIB.
Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh karyawan dan warga sekitar dilaporkan selamat. Namun, kerugian material masih dalam proses penghitungan oleh pihak perusahaan dan instansi terkait.
Api Berasal dari Silo Penampungan Serbuk Kayu
Kronologi kejadian bermula ketika Ajin (35), penanggung jawab PT ACS, melihat api menyala di silo atau menara penampungan serbuk kayu sisa produksi. Tak butuh waktu lama, api dengan cepat merambat dan melalap bahan produksi di sekitar area pabrik.
Melihat kondisi yang semakin membesar, salah satu karyawan segera menghubungi Pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Induk Purwokerto melalui saluran darurat (0281) 113 pada pukul 23.35 WIB. Hanya tiga menit berselang, petugas jaga langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 15 kilometer dan tiba pada pukul 23.56 WIB.
Enam Pos Damkar Dikerahkan, Puluhan Relawan Turun Tangan
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono, melalui laporan resmi menyebutkan bahwa pemadaman melibatkan enam pos damkar, yaitu Pos Induk Purwokerto, Pos Wangon, Pos Kembaran, Pos Kroya, Pos Bumiayu, dan Pos Kemranjen.
Tak hanya itu, puluhan relawan dari berbagai instansi turun tangan membantu, di antaranya BPBD Kabupaten Banyumas, PMI, Serikat Relawan Indonesia (SERI), RAPI, Ambulance Kitty Group, Dompet Dhuafa, serta para karyawan PT ACS yang ikut berjibaku di lokasi.
Material Serbuk Kayu Sulit Dipadamkan, Petugas Lakukan Pendinginan Bertahap
Andaru menjelaskan bahwa pemadaman memakan waktu cukup panjang lantaran material serbuk kayu yang mudah terbakar dan berada di dalam silo bertingkat. Api baru benar-benar dapat dikendalikan pada Sabtu siang setelah proses pendinginan bertahap dilakukan.
“Material serbuk kayu memang cukup sulit dipadamkan jika sudah membara. Kami melakukan pendinginan secara bertahap untuk mencegah munculnya titik api baru,” ujar Andaru kepada wartawan di lokasi kejadian.
Penyebab Masih Diselidiki, Polisi dan Damkar Turun Tangan
Pihak kepolisian dan UPT Damkar masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Indikasi sementara mengarah pada percikan api yang mengenai tumpukan serbuk kayu kering di dalam silo, namun hal ini masih perlu pembuktian lebih lanjut.
Meskipun kobaran api cukup besar dan menghanguskan sebagian area produksi, petugas memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa. Seluruh karyawan dan masyarakat sekitar dilaporkan selamat.
UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau seperti saat ini.
“Pengecekan instalasi listrik dan bahan mudah terbakar secara rutin sangat dianjurkan guna mencegah kejadian serupa,” pungkas Andaru.
Untuk laporan kebakaran atau keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center Damkar di 081280079113 atau nomor darurat (0281) 113.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra






