INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

(10) MELAMPAUI JALUR REMPAH

Selasa, 23 Januari 2024

Prof Yudhie Haryono PhD
CEO Nusantara Centre

Ini bukan kisah. Ini kenyataan. Benua Nusantara begitu sangat strategis, subur makmur dan kaya raya. Kondisi ini selalu menjadi pusat perebutan kekuasaan di antara orang/suku/kerajaan pribumi dan pendatang. Maka, hibridasi dan amalgam (bhineka tunggal ika) itu keniscayaan. Walau kini kita menyembah fundamentalisme dan konflik tak berkesudahan.

Karena salah kurikulum; salah sekolahan; salah kepercayaan, benua ini panen pengkhianat. Bertindak khianat artinya tidak menepati janji. Ungkapan ini juga digunakan kepada orang yang suka mengambil hak orang lain, juga korupsi, kolusi dan nepotis.

Para pengkhianat selalu bermental munafik. Para munafikun selalu bertumpu pada karakter selingkuh. Ini jenis gejala gangguan mental kepribadian ambang atau borderline personality disorder (BPD). Jenis gangguan kesehatan mental ini membuat penderitanya memiliki suasana hati, emosi, hubungan, dan perilaku yang berubah-ubah. Tak bisa dipercaya dan suka meremehkan: bohong, nipu dan culas.

Karakter selingkuh menghasilkan sikap khianat. Perilaku pengkhianatan adalah bentuk pemutusan, perusakan, atau pelanggaran terhadap suatu kontrak praduga, persetujuan, kerja sama, kepercayaan, atau keyakinan, yang menciptakan konflik secara moral dan psikologis dalam hubungan antarindividu, antarorganisasi, atau antara individu dan organisasi.

Tentu yang paling menjijikkan dari khianat, munafik dan selingkuh adalah apabila dilakukan terhadap negara dan warganegaranya. Tiga kelakuan terhadap negara dapat diartikan sebagai suatu pertentangan terhadap konstitusi negara. Maka, pelakunya disebut penjahat negara, makar dan musuh abadi kenegaraan (enemy of the state).

Musuh negara adalah orang yang melakukan kejahatan ipoleksosbudhankam terhadap negara, pemerintahan dan bangsanya. Hukumannya eksekusi mati sebagai upaya melindungi keamanan nasional negara dan bangsa.

Hadir dan menjamurnya musuh negara yang kini justru menguasai negara (menjadi elite negara) mengakibatkan bangsa dan negara ini terbelah. Kita kini dirundung situasi volatile, uncertainty, complex, and ambigue (VUCA) terhadap food, fuel, financial, frequency, dan forces of army, forces of law (krisis 5F).

Keterbelahan ini merupakan kondisi di mana Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), tetapi sebagian besar rakyat Indonesia saat ini masih hidup dalam kemiskinan, kepengangguran dan ketimpangan (3K).

Karena terbelah, kita berada dalam keadaan yang sangat rawan. Banyak elite kita yang jadi pejabat bermental penjahat karena korup, minta disogok, minta dibeli. Akhirnya, elite yang terpilih tidak menjaga kepentingan rakyat, tidak mengamankan kepentingan rakyat, tidak menjaga dan mengamankan negara, tetapi menjual negara kepada pemodal dan oligark yang jahat bin serakah.

Ketika negara dan demokrasinya dikuasai pemodal dan oligark serakah maka strategi ekopol yang disuburkan adalah model pecah belah (divide et impera). Rakyat sibuk saling berkelahi sehingga bertumbangan dan tersingkirkan dari gelanggang ekopol nasional saat yang sama SDA kita sudah beralih kepemilikan.

Epistema keserakahan kini riil di kehidupan kita. Tentu ini sifat yang tak pernah merasa puas dengan apa yang sudah diperolehnya. Sebab, serakah dan tamak adalah kecintaan terhadap harta dunia secara berlebihan. Tapi ingat, serakah merupakan penyakit hati yang bisa menjangkiti siapa saja.

Ini sikap anti pancasila sebab padanya melekat ciri-ciri anti ketuhanan; anti kemanusiaan; anti kesemestaan karena terlalu mencintai harta yang dimiliki; semangat berlebihan dalam mencari harta tanpa memperhatikan waktu dan kondisi tubuh; terlalu pelit dan iri dalam membelanjakan harta; merasa berat untuk mengeluarkan harta demi kepentingan sesama; mimpi dan mendambakan kemewahan dunia.

Belum kita menjadi negara sejahtera, yang terjadi justru terbelahnya kita semua. Belumlah jadi negara raya bin jaya, yang terhadirkan justru negara paria. Warganya makin ke sini makin terbelah dan paregreg saja kesukaannya.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Anies Buka Suara Terkait Cuitan Kemhan #Prabowo-Gibran 2024

Selanjutnya

Tarif Pajak Hiburan 40-75 Persen Dikenakan Haya untuk Jasa Hiburan Tertentu

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Respon Cepat Polisi, Lansia Terlantar Berhasil Dipertemukan dengan Keluarganya

Respon Cepat Polisi, Lansia Terlantar Berhasil Dipertemukan dengan Keluarganya

Selasa, 7 Juli 2026

Hampir 100 Persen Tepat Waktu, KAI Daop 5 Purwokerto Catat 2,4 Juta Penumpang di Semester I

Hampir 100 Persen Tepat Waktu, KAI Daop 5 Purwokerto Catat 2,4 Juta Penumpang di Semester I

Selasa, 7 Juli 2026

Titik Terang Belum Ditemukan, Tim SAR Kembali Sisir Hutan Tobong dengan Anjing Pelacak untuk Pencarian Lansia Hilang

Titik Terang Belum Ditemukan, Tim SAR Kembali Sisir Hutan Tobong dengan Anjing Pelacak untuk Pencarian Lansia Hilang

Selasa, 7 Juli 2026

Selanjutnya

Tarif Pajak Hiburan 40-75 Persen Dikenakan Haya untuk Jasa Hiburan Tertentu

Ridwan Kamil Segera Dipanggil Bawaslu Terkait Dugaan Pelanggaran Kampanye

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com