BANYUMAS – Warga Desa Kalikesur, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, bahu-membahu memperbaiki jalan rusak secara swadaya. Perbaikan dilakukan siang dan malam dengan semangat gotong royong demi kelancaran aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.
Menurut keterangan, warga bergantian menambal lubang dan meratakan permukaan jalan menggunakan peralatan sederhana. Meski demikian, hingga berita ini ditulis, belum terlihat adanya bantuan dana maupun kunjungan pejabat Pemerintah Kabupaten Banyumas ke lokasi.
Salah seorang warga, Zeko Yulian, mengatakan perbaikan dilakukan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengendara, terutama saat malam hari. “Kalau hujan, lubangnya tertutup air. Sudah beberapa kali ada pengendara terjatuh,” ujarnya, Jum’at (16/10/2026).
Warga berharap Pemda Banyumas segera menerjunkan tim teknis bidang infrastruktur jalan untuk memeriksa kondisi, mengevaluasi hasil penambalan swadaya, serta memberikan arahan agar perbaikan sesuai standar konstruksi dan lebih tahan lama. Keterbatasan peralatan, material, dan pengetahuan teknis dikhawatirkan membuat hasil perbaikan tidak bertahan lama.
DPU: Sudah Diprogramkan Sesuai Ketersediaan Anggaran
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Kresnawan Wahyu Kristoyo, S.T., M.Si., menyatakan kerusakan jalan di Desa Kalikesur telah tercatat dalam data pihaknya. “Untuk kerusakan jalan tersebut, sama seperti kerusakan jalan yang lain, kami sudah ada data-datanya dan sudah kami programkan sesuai dengan ketersediaan anggaran,” katanya, Sabtu (17/10/2026).
Ia berharap anggaran perubahan dapat mengakomodasi penanganan sejumlah ruas jalan rusak, termasuk jalan di Desa Kalikesur. “Mudah-mudahan di Anggaran Perubahan ini tersedia anggaran untuk melakukan perbaikan beberapa kerusakan jalan, seperti jalan tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, ia belum merinci jadwal pasti penanganan maupun besaran anggaran yang dialokasikan untuk jalan di Desa Kalikesur.
Harapan Warga
Masyarakat menegaskan tidak meminta penghargaan atas gotong royong mereka. Mereka hanya berharap ada kepedulian nyata pemerintah terhadap jalan yang setiap hari digunakan. Semangat gotong royong warga, menurut mereka, semestinya mendapat dukungan agar hasilnya aman dan bertahan lama.
Jalan desa merupakan akses kehidupan masyarakat. Warga berharap perbaikan swadaya ini tidak berjalan sendirian tanpa pendampingan dan kepedulian pemerintah daerah. (Redaksi)








