INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

UPZ dan TIPD UIN Saizu Bekali Mahasiswa Kurang Mampu Keterampilan Bisnis Digital, Targetkan Mustahik Jadi Muzakki

Pelatihan "Digipreneur" Dorong Kemandirian Ekonomi Mahasiswa Penerima Manfaat Zakat

UPZ dan TIPD UIN Saizu Bekali Mahasiswa Kurang Mampu Keterampilan Bisnis Digital, Targetkan Mustahik Jadi Muzakki

Mahasiswa penerima manfaat zakat UIN Saizu Purwokerto antusias mengikuti pelatihan "Digipreneur: Mengawali Bisnis di Era Digital" di Ruang Senat, Selasa (15/9/2026). (Foto: Dok. UIN Saizu)

Rabu, 16 September 2026

PURWOKERTO — Unit Pengumpul Zakat (UPZ) bersama Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UPT TIPD) UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menggelar pelatihan kewirausahaan dan bisnis digital bagi puluhan mahasiswa penerima manfaat zakat. Pelatihan bertajuk “Digipreneur: Mengawali Bisnis di Era Digital” itu berlangsung di Ruang Senat UIN Saizu Purwokerto, Selasa (15/9/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari Digicourse, inisiatif kolaborasi UPZ dan UPT TIPD untuk memperkuat kapasitas mahasiswa. Founder sekaligus Owner PT Pradigta Global Nusantara, Guntur Prabowo, dihadirkan sebagai narasumber. Puluhan mahasiswa penerima manfaat mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka mendapatkan wawasan dan keterampilan praktis untuk mengenali peluang usaha, memanfaatkan teknologi digital, hingga menyusun strategi pemasaran sesuai perkembangan pasar.

Ketua UPZ UIN Saizu Purwokerto, Dr. Rahman Afandi, mengatakan program Digipreneur merupakan bagian dari upaya UPZ memberdayakan mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Menurutnya, pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya diarahkan untuk membantu kebutuhan mahasiswa saat menempuh pendidikan, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian mereka.

“Pelatihan ini merupakan bagian nyata dari program kerja UPZ untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan kewirausahaan mahasiswa kurang mampu. Harapan terbesar kami, melalui penguasaan bisnis di era digital ini, roda perekonomian mereka dapat terangkat,” ujar Dr. Rahman.

Ia menambahkan, UPZ ingin mendampingi mahasiswa dalam proses menuju kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan. “Kami ingin mendampingi proses transformasi mahasiswa, dari yang saat ini menjadi penerima manfaat (mustahik), kelak setelah lulus mampu berdiri mandiri dan tumbuh menjadi pembayar zakat (muzakki),” lanjutnya.

Dr. Rahman juga menilai perkembangan teknologi digital membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memulai usaha. Keterbatasan modal fisik tidak selalu menjadi penghalang karena berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk dan jasa. Menurutnya, kreativitas, literasi digital, dan ketekunan menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam memanfaatkan peluang tersebut.

Dalam sesi pelatihan, Guntur Prabowo membagikan pengalaman membangun bisnis sekaligus memberikan pemahaman mengenai lanskap kewirausahaan di era digital. Materi mencakup pemanfaatan ekosistem digital hingga strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh mahasiswa.

Guntur mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap dunia usaha. Menurutnya, bisnis digital tidak selalu membutuhkan toko fisik maupun modal finansial dalam jumlah besar. Hal yang lebih penting, kata Guntur, adalah kemampuan menemukan persoalan yang dihadapi masyarakat kemudian mengembangkan produk atau jasa yang dapat menjadi solusi.

“Digitalisasi telah meruntuhkan tembok penghalang dalam berbisnis. Saat ini, modal utama seorang digipreneur adalah jeli melihat peluang, memahami perilaku konsumen di media sosial, serta konsisten menjaga kualitas dan keandalan produk,” ungkap Guntur.

Ia juga mendorong mahasiswa UIN Saizu untuk tidak hanya menjadi pengguna platform digital, tetapi turut menciptakan produk, konten, dan usaha yang memiliki nilai ekonomi. “Mahasiswa UIN Saizu harus bisa mengambil peran aktif, bukan hanya sebagai konsumen konten digital, tetapi sebagai kreator dan pemilik bisnis yang memanfaatkan platform digital secara optimal,” tambahnya.

Dalam pelatihan, mahasiswa mendapatkan materi yang bersifat praktis. Mereka diajak memahami riset pasar digital, membangun branding, menerapkan social media marketing, serta mengenal pengelolaan operasional dan keuangan usaha pada tahap awal. Studi kasus dan diskusi interaktif turut digunakan untuk membantu peserta memahami penerapan strategi bisnis dalam kondisi nyata.

Kolaborasi UPZ dan UPT TIPD melalui program Digicourse menjadi bagian dari upaya UIN Saizu memperkuat pemberdayaan mahasiswa, khususnya penerima manfaat program zakat. UPZ memberikan penguatan dari sisi pemberdayaan sosial dan ekonomi, sementara UPT TIPD mendukung pengembangan kompetensi yang berkaitan dengan teknologi dan ekosistem digital. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda dari kalangan mahasiswa UIN Saizu.

Pada akhir kegiatan, peserta mendapatkan penugasan mandiri untuk menyusun proposal ide bisnis digital masing-masing. Rancangan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai tugas pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi gagasan usaha yang memiliki peluang untuk direalisasikan. Ke depan, rancangan bisnis peserta akan mendapatkan pendampingan secara berkala agar ide yang telah disusun dapat berkembang menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui program Digicourse “Digipreneur: Mengawali Bisnis di Era Digital”, UPZ dan UPT TIPD UIN Saizu tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan bisnis digital, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi sebagai bagian dari pemberdayaan mahasiswa penerima manfaat.

Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Jual Tanah Warisan yang Sudah Digadaikan, Dua Warga Sumpiuh Ditangkap Polisi

Selanjutnya

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Diperiksa, 129 Orang Masih Dicari, Termasuk Anto Warga Banyumas

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

KPK Geledah Kantor ATR/BPN, Nusron Wahid Masih Belum Diperiksa

KPK Geledah Kantor ATR/BPN, Nusron Wahid Masih Belum Diperiksa

Kamis, 17 September 2026

Tantangan Wartawan Makin Berat di Era Digital, Komisi C DPRD Jateng Gaungkan Kolaborasi Media

Tantangan Wartawan Makin Berat di Era Digital, Komisi C DPRD Jateng Gaungkan Kolaborasi Media

Kamis, 17 September 2026

Kabar Baik! Trans Banyumas Beroperasi Lagi 18 September, Tarif Tetap Normal Hingga Akhir Tahun

Kabar Baik! Trans Banyumas Beroperasi Lagi 18 September, Tarif Tetap Normal Hingga Akhir Tahun

Kamis, 17 September 2026

Selanjutnya
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Diperiksa, 129 Orang Masih Dicari, Termasuk Anto Warga Banyumas

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Diperiksa, 129 Orang Masih Dicari, Termasuk Anto Warga Banyumas

Rutan Banyumas Rawat Program Ketahanan Pangan, WBP Dilatih Disiplin dan Tanggung Jawab

Rutan Banyumas Rawat Program Ketahanan Pangan, WBP Dilatih Disiplin dan Tanggung Jawab

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com