PURWOKERTO – Demam K-pop di kalangan mahasiswa tidak lagi sekadar tren hiburan. Di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), ketertarikan terhadap budaya Korea Selatan bertransformasi menjadi ruang belajar kreatif melalui Korean Center Unsoed (KCU).
KCU merupakan komunitas yang berfungsi sebagai pusat informasi, pendidikan, dan budaya Korea. Lokasinya berada di UPT Perpustakaan lantai 3, Unsoed, Purwokerto.
Tiga Program Unggulan: Open House, HSC, hingga UKCF
KCU rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan setiap tahun. Tiga program unggulan yang ditawarkan:
1. Open House KCU – Kegiatan perkenalan KCU kepada peserta baru, diisi dengan aktivitas interaktif seputar budaya, bahasa, dan tradisi Korea Selatan.
2. Hangeul Short Class (HSC) – Kursus singkat intensif untuk pemula yang ingin mempelajari huruf, pelafalan, dan penulisan Hangeul.
3. Unsoed Korean Culture Festival (UKCF) – Agenda tahunan yang menjadi puncak berbagai rangkaian kegiatan. Festival ini biasanya digelar menjelang akhir tahun sebagai wadah mahasiswa menampilkan hasil eksplorasi mereka terhadap budaya Korea.
Pengalaman Anggota: Dari Iseng Jadi Keterusan
Lutfi, salah satu anggota KCU tahun 2025, mengaku awalnya hanya iseng ingin menambah pengalaman. Ia bergabung melalui kepanitiaan UKCF 2024.
“Aku tuh awalnya ikut kepanitiaan UKCF 2024 cuma iseng pengen nambah pengalaman. Tapi dari situ malah jadi kenal KCU lebih dekat, terus vibes-nya enak banget. Akhirnya yaudah, aku keterusan dan memutuskan buat gabung,” ujar Lutfi.
Ia kemudian mengikuti Hallyu School, salah satu program kerja internal KCU. “Di sana aku belajar banyak soal budaya Korea, nggak cuma teori tapi juga langsung praktik. Kayak nyobain dan meragakan tradisi mereka gitu, jadi lebih kebayang aslinya kayak gimana. Seru sih.”
Lutfi juga hadir dalam UKCF 2025. “Acaranya rame banget, banyak penampilan yang keren, booth-nya juga menarik. Pokoknya meriah banget. Dari situ aku makin ngerasa seneng bisa jadi bagian dari KCU karena beneran ngasih pengalaman seru.”

Belajar Bahasa Hangeul dengan Santai
Nafisha, anggota KCU lainnya, membagikan pengalamannya mengikuti Hangeul Short Class. “Di situ aku belajar dasar-dasar huruf Korea, dari yang awalnya nggak ngerti sama sekali jadi mulai bisa baca dikit-dikit. Cara belajarnya juga santai, jadi nggak ngebosenin.”
Ia juga dipercaya menjadi koordinator bendahara untuk UKCF 2025. “Jujur itu pertama kalinya aku jadi koordinator, jadi sempat deg-degan banget. Soalnya tanggung jawabnya cukup besar, apalagi ini acara gede. Aku harus ngatur keuangan, memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.”
“Walaupun sempat ngerasa tertekan, aku juga ngerasa bangga karena bisa menjalani peran itu. Pengalaman jadi koordinator di acara sebesar UKCF bener-bener berkesan buat aku,” lanjut Nafisha.
Lebih dari Sekadar Budaya Korea
KCU tidak hanya berfokus pada budaya Korea Selatan. Komunitas ini juga menghadirkan ruang pengembangan diri, kerja sama tim, serta pengalaman berorganisasi dalam suasana yang menyenangkan.
Diharapkan KCU ke depan mampu terus menjadi wadah belajar dan berkembang bagi mahasiswa. Lingkungan yang edukatif sekaligus penuh kebersamaan menjadi target utama komunitas ini. (Fania Eka Wibowo)






