PURWOKERTO – Kebiasaan scrolling media sosial yang mendominasi keseharian masyarakat rupanya tak sepenuhnya mengubur budaya membaca. justru muncul alternatif baru yang membuat aktivitas membaca terasa lebih ringan dan fleksibel: novel dan komik online.
Fenomena ini dinilai mampu meningkatkan minat baca di era digital, terutama di kalangan mahasiswa dan pekerja muda.
Lebih Seru dan Bikin Ketagihan
Lisa, mahasiswi Telkom Purwokerto, mengaku rutin membaca novel online di platform Wattpad saat waktu luang. Baginya, format digital jauh lebih menarik dibandingkan buku cetak.
“Lebih seru dan fleksibel, jadi bikin pengen baca terus,” ujarnya, Jumat (9/6/2023).
Lisa juga merasakan manfaat langsung dari kebiasaan ini, terutama dalam hal pemahaman kosakata dan alur cerita.
Hal senada disampaikan Khadeeja, mahasiswi lain yang mengaku bisa menghabiskan waktu dua hingga tiga jam setiap hari untuk membaca novel digital. Meski begitu, ia menilai dampaknya sangat personal.
“Tergantung minatnya. Kalau memang suka membaca, novel online bisa meningkatkan minat baca,” katanya.
Platform Praktis: Wattpad, Webtoon, hingga Twitter
Nadia, seorang pekerja yang aktif membaca terutama pada akhir pekan, memanfaatkan berbagai platform seperti Wattpad, Webtoon, bahkan Twitter. Baginya, akses yang mudah dan praktis menjadi alasan utama.
“Selain menambah minat baca, membaca juga memperkaya kosakata serta melatih kemampuan berpikir dan berimajinasi,” jelas Nadia.

Buku Fisik vs Buku Digital: Sama-sama Punya Kelebihan
Meski sama-sama gemar membaca secara digital, ketiga narasumber sepakat bahwa buku fisik dan bacaan online memiliki kelebihan masing-masing.
Lisa menilai membaca online lebih praktis dan bisa dilakukan kapan saja. Namun, kelemahannya adalah mata cepat lelah dan mudah terdistraksi oleh notifikasi. Sementara buku fisik dinilai lebih nyaman untuk mata dan membantu fokus, meski kurang praktis dibawa.
Khadeeja menambahkan faktor harga sebagai pertimbangan utama. “Kalau baca online jujur lebih murah dan praktis. Buku sekarang mahal, mudah rusak, dan ada risiko hilang,” ujarnya.
Nadia merasakan perbedaan signifikan antara keduanya. “Membaca online lebih praktis dan fleksibel karena bisa diakses kapan dan di mana saja. Tapi membaca buku fisik memberikan pengalaman yang lebih mendalam serta minim distraksi,” ungkapnya.
Kesimpulan: Minat Baca Tak Hilang, Hanya Beradaptasi
Fenomena maraknya pembaca novel dan komik online menunjukkan bahwa minat baca masyarakat tidak lantas hilang di tengah gempuran media sosial. Sebaliknya, minat tersebut bertransformasi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
Dengan kemudahan akses dan biaya yang lebih terjangkau, literasi digital melalui platform seperti Wattpad, Webtoon, dan bahkan media sosial kini menjadi pintu baru untuk membangun kebiasaan membaca yang lebih ringan namun tetap bermakna. (Syafa Radiatul Fatihah)







