PURWOKERTO – Meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan pasca vaksinasi Covid-19 anak yang waktunya beriringan dengan imunisasi program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), jarak idealnya 1 bulan.
Hal itu terungkap dalam rakor persiapan vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun pada Jumat (17/12) di Dinkes Banyumas.
Kepala MIS Ma’aruf NU Banjarparakan Rawalo Saino SAg mengatakan, untuk imunisasi BIAS di madrasahnya menyasar siswa kelas 1, 2 dan 5 pada Rabu (15/12). Sementara vaksinasi Covid-19 anak usia 6 sampai 11 tahun, dilaunching Jumat (17/12) menyasar siswa khusus kelas 6.
“Siswa kelas 5 belum, karena baru mengikuti imunisasi BIAS,” katanya kepada Radarmas, Minggu (19/12).
Saino menjelaskan, dari 32 siswa kelas 6 yang terdata untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 anak usia 6 sampai 11 tahun, hanya 1 anak yang tidak bisa ikut karena sakit, dan dua anak ternyata sudah mengikuti vaksinasi Covid-19.
“Jadi yang divaksin 29 anak,” terang dia.
Dikatakan, dari 29 siswa usia 6 sampai 11 tahun yang divaksin Covid-19 pada Jumat (17/12), usai vaksin semua keadaannya sehat. Tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialami.
“Alhamdulillah sehat semua. Sehari sebelum vaksinasi sudah diwanti-wanti untuk sarapan atau sekedar mengisi perut,” pungkas Saino.
Sementara itu, salah satu ortu siswa kelas III di SDN 1 Arcawinangun, Endah memastikan kondisi anaknya baik-baik saja usai vaksinasi Covid-19 pada Sabtu (18/12).
Usai vaksinasi anaknya sempat istirahat di ruang KIPI yang disiapkan sekolah karena usai disuntik anak keluar keringat dingin.
“Tidak apa-apa. Biasa (keringat dingin). Waktu habis imunisasi juga begitu,” jawabnya. (yda)







