BANYUMAS — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Wangon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, sejak Jumat (30/10/2026) hingga Sabtu (31/10/2026) menyebabkan Sungai Gandu dan Sungai Berem meluap. Luapan kedua sungai itu merendam permukiman warga, dengan 12 rumah terdampak genangan setinggi 30–60 sentimeter dan satu rumah mengalami dinding ambrol.
Berdasarkan laporan Pemerintah Desa Wangon kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, rumah-rumah terdampak berada di wilayah RW 02, RW 03, RW 04, dan RW 12. Selain genangan, banjir menyebabkan kerusakan pada rumah milik Sukur Sunarto, warga RT 02 RW 04 Desa Wangon. Dinding kamar dan dapur rumah tersebut jebol atau ambrol, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.
Kronologi dan titik terdampak
Kepala Desa Wangon, Supriyadi, mengatakan genangan muncul di sejumlah rukun tetangga. “Ada 4 RW seluruhnya dan berada di dekat daerah aliran sungai Ciberem. Pagi ini sudah surut, namun ada satu RW yaitu RW 12 yang belum,” katanya.
Supriyadi belum merinci total kerugian yang dialami warga. “Kalau total belum, tapi ada satu rumah milik warga yang pagar rumahnya jebol, kisaran sebelas juta, yang lain belum kami rinci,” ungkapnya.
Di RT 01 RW 04, luapan air menggenangi beberapa titik, di antaranya sekitar rumah warga yang dikenal sebagai Ciut dan Puji, dekat Jembatan Pinsil. Genangan juga merendam kawasan permukiman di sekitarnya.
Di RT 02 RW 04, tembok keliling SMK NU 1 Maarif Wangon yang berada dekat Jembatan Pinsil, tepat di perbatasan RT 01 dan RT 02, roboh sepanjang kurang lebih 3 meter. Rumah Bapak Syukur—yang dalam laporan ke BPBD tercatat sebagai Sukur Sunarto—turut tergenang dan mengalami kerusakan dinding akibat minimnya saluran pembuangan air di kawasan tersebut.
Sementara di RT 03 RW 04, rumah Bapak Supran terendam banjir setinggi kurang lebih lutut orang dewasa. Hingga pukul 09.30 WIB, genangan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Kondisi ini membuat penghuni rumah terkendala beristirahat dan menimbulkan kekhawatiran akan risiko kerobohan bangunan.
Kerugian material, tanpa korban jiwa
Kerugian material yang tercatat meliputi dinding kamar dan dapur rumah Sukur Sunarto yang ambrol dengan taksiran kerugian Rp20 juta, tembok keliling SMK NU 1 Maarif Wangon yang roboh sepanjang sekitar 3 meter, serta potensi kerusakan pada rumah Bapak Supran jika genangan tidak segera surut.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Kerugian personil warga dilaporkan nihil.
Penanganan dan imbauan kewaspadaan
Pemerintah Desa Wangon bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Wangon, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat setempat telah melakukan penanganan di lokasi terdampak. Mereka juga melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan banjir susulan.
Langkah kewaspadaan dilakukan karena kondisi cuaca masih berpotensi hujan. Warga di wilayah terdampak diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan naiknya debit air sungai apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Supriyadi juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika melihat tanda-tanda membahayakan. Melalui laporan tertanggal 31 Oktober 2026, ia memohon bantuan kepada BPBD Kabupaten Banyumas untuk meringankan beban warga terdampak.
Hingga laporan disampaikan, data kerusakan yang tercantum meliputi satu rumah dengan dinding kamar dan dapur ambrol serta 12 rumah yang terdampak genangan banjir. (redaksi)






