INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Sudah Sering Dibina, Manusia Silver Kembali Marak di Kota Purwokerto

Rabu, 1 September 2021

PURWOKERTO – Pandemi covid-19 berdampak pada semua sektor. Dan tidak menutup kemungkinan beberapa orang memilih turun ke jalanan mencari penghasilan. Seperti manusia silver yang masih saja berkeliaran di beberapa simpang yang ada di perkotaan Purwokerto.

“Biasanya di Simpang Situmpur dan Sutosuman,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono.

Dia mengatakan, manusia silver tersebut sudah sering tertangkap saat sedang beroperasi meminta-minta di jalan. Namun seakan tidak ada kapoknya, masih saja turun ke jalan, walaupun sudah sering diperingatkan.

“Namanya Tewot asli Wangon, sudah syaraf ndableg kelas berat,” katanya.

Eko menuturkan, selama pandemi covid-19, PGOT yang tertangkap saat patroli agar dilepaskan, sebagai bentuk humanis sesuai perintah Bupati Banyumas. Namun jika kondisinya normal, dikenakan pasal gangguan ketentraman umum.

“Jelas mengganggu kenyamanan pengguna jalan, dan membahayakan juga,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Banyumas, Karyoto menambahkan, biasanya untuk penanganan PGOT yang tertangkap saat patroli dikoordinasikan dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsospermades) Kabupaten Banyumas.

Dari Satpol PP hanya memberi surat pernyataan, yang diharapkan tidak kembali lagi ke jalanan.

Menurutnya, untuk menghilangkan PGOT sulit. Terlebih di masa pandemi ini, justru semakin banyak. Di mana kondisi kesulitan ekonomi yang melatar belakangi.

“Kita tidak bisa stand by memantau di setiap simpang, apalagi juga personil kita terbatas,” ujarnya.

Selama pandemi covid-19 tetap melalukan patroli untuk PGOT. Namun tidak seratus persen. Sebab dilakukan juga untuk patroli pelanggar protokol kesehatan (prokes). Waktunya pun berkurang, hanya sehari dua kali, tidak seperti saat normal, sehari sampai empat kali patroli. (ely)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Cilacap segera uji coba pembukaan objek wisata pada 6 September

Selanjutnya

Pemilik Nonton TV, Gilingan Padi Terbakar

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

CORE Indonesia: Pekerja Hijau Perlu “Versatilist” agar Tak Gagal Isi Kesenjangan Keterampilan

CORE Indonesia: Pekerja Hijau Perlu “Versatilist” agar Tak Gagal Isi Kesenjangan Keterampilan

Sabtu, 7 November 2026

Pengukuhan Saka POM Banyumas 2026: 8 Anggota Dikukuhkan, Dibekali Edukasi Konsumen Cerdas dan Kewirausahaan

Pengukuhan Saka POM Banyumas 2026: 8 Anggota Dikukuhkan, Dibekali Edukasi Konsumen Cerdas dan Kewirausahaan

Sabtu, 7 November 2026

MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan Borong Juara Umum LT II Kwarran Kedungbanteng 2026

MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan Borong Juara Umum LT II Kwarran Kedungbanteng 2026

Sabtu, 7 November 2026

Selanjutnya

Pemilik Nonton TV, Gilingan Padi Terbakar

50 Ribu Siswa SMP di Cilacap Diusulkan Vaksinasi, Dinkes: Tunggu Stok Memadai

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com