HUKUM – Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyumas mengamankan dua orang pengedar obat psikotropika di Kecamatan Wangon. Total 205 butir obat siap edar berhasil disita dalam pengungkapan ini.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus P. Silalahi, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah terhadap peredaran obat-obatan terlarang di lingkungannya.
“Berbekal informasi masyarakat, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti. Ini bukti bahwa peran masyarakat sangat penting dalam pemberantasan peredaran obat terlarang,” ujarnya.
Ditangkap di Depan Kantor Ekspedisi
Penangkapan dilakukan pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 07.50 WIB di depan kantor jasa ekspedisi di Desa Wangon.
Petugas lebih dulu mengamankan tersangka GAP (22), pria warga Kecamatan Wangon. Ia kedapatan membawa paket berisi ratusan butir psikotropika.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, diketahui bahwa barang tersebut merupakan milik IK (34). Tak butuh waktu lama, petugas kemudian bergerak dan berhasil mengamankan tersangka IK di kediamannya. IK juga merupakan warga Kecamatan Wangon.
Modus Online, Dijemput via Ekspedisi
Kapolresta mengungkapkan modus operandi yang digunakan kedua tersangka.
“Modus operandi yang digunakan yakni memesan obat secara online dan dikirim melalui jasa ekspedisi,” jelasnya.
Barang bukti yang diamankan meliputi:
· 205 butir obat psikotropika jenis Alprazolam dan Fluoxetine
· Dua unit telepon genggam
· Satu unit sepeda motor
Dijerat Pasal Psikotropika
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Mapolresta Banyumas untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 62 jo Pasal 71 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.
Kapolresta menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Pengembangan terus dilakukan untuk memutus mata rantai peredaran psikotropika di wilayah Banyumas,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan.
“Sinergi antara masyarakat dan kepolisian adalah kunci. Dengan kepedulian bersama, potensi kejahatan bisa dicegah sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkasnya.
Penulis : Yoga Cokro
Editor : Angga Saputra







