INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Ribuan Warga Iringi Kedatangan Jenazah Anto, Korban KM Virgo Transport 8

Ribuan Warga Iringi Kedatangan Jenazah Anto, Korban KM Virgo Transport 8

Warga Sawangan Wetan Patikraja sekitarnya berbondong-bondong datang untuk menghormati kedatangan jenazah Anto, sahabat dan kerabat mereka.

Rabu, 7 Oktober 2026

BANYUMAS — Ribuan warga Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, dan sekitarnya menghormati kedatangan jenazah Windianto alias Anto, korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa. Warga yang datang tidak hanya dari desa terdekat, tetapi juga dari berbagai desa lain yang merupakan sahabat dan kerabat almarhum.

Jenazah Anto tiba pukul 11.45 WIB menggunakan ambulans bernomor polisi L 1293 QS yang diberangkatkan dari Semarang. Di depan rumah Anto yang bersebelahan dengan rumah orang tuanya, Ki Dalang Karwin, isak tangis mewarnai kedatangan jenazah. Bukan hanya keluarga, ibu-ibu yang ikut menunggu pun turut meneteskan air mata. Sekitar setengah jam kemudian, jenazah langsung disalati.

Sarni (60), tetangga Anto, mengenang hari-hari terakhir pertemuannya dengan almarhum. “Setiap hari hampir bertemu, karena almarhum itu teman anak saya,” ujarnya sedih.

Sarni masih mengingat sebelum Anto berangkat, ada tanda-tanda tak biasa yang menurutnya seakan menjadi firasat. “Dia minta disembelihkan ayam jago, terus manja sekali kepada istrinya,” kata Sarni.

Sempat Ditemukan, Identitas Dipastikan Lewat Uji DNA

Dari keterangan yang dihimpun Indiebanyumas, jenazah Anto sebenarnya sudah ditemukan empat hari lalu. Namun, dibutuhkan waktu untuk mencocokkan sampel darah dan memastikan bahwa jenazah tersebut benar-benar almarhum.

Kepala Desa Sawangan Wetan, Kuswanto, membenarkan bahwa pada Selasa (6/10/2026) pihaknya mendapatkan kabar jenazah Anto telah ditemukan. “Saya langsung berkoordinasi dengan keluarga,” terangnya.

Kuswanto mengatakan, pihaknya bersama keluarga sebelumnya telah mengantarkan sampel darah ke Polresta Banyumas. Langkah itu dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya temuan jasad yang menyerupai Anto, warga desanya yang menjadi korban hilang dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8.

“Pihak keluarga yaitu keponakan telah pulang. Kebetulan dari Kapolda Kalimantan Selatan juga menyampaikan akan memberikan kabar karena secara ikatan emosional, Mas Anto ada kedekatan dengan pihak lembaga karena pernah ada pengiriman barang ke sana,” kata Kuswanto, Rabu (30/9/2026).

Kuswanto menambahkan, selain menjalin komunikasi dengan Polresta Banyumas, keluarga Anto masih menggelar doa bersama untuk keselamatan korban. “Doa bersama oleh keluarga sampai dengan tadi malam terus dilakukan,” ujarnya.

Anto, warga RT 03 RW 03 Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, adalah satu dari sekian korban dalam insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Pria 41 tahun itu bukan siapa-siapa di dunia pelayaran. Ia hanya seorang pengusaha ekspedisi, pemilik JSKS Trans Antar Nusa, jasa kirim barang untuk seluruh wilayah Tanah Air.

Aghis, istri Anto, masih menyimpan semua percakapan terakhir. Kamis (10/9/2026) malam, suaminya berpamitan.

“Berangkat malam Jumat setengah dua belas, berangkat dari rumah mampir ke Solo ambil muatan gerobak dibawa ke Kalimantan,” ujar Aghis menirukan pesan suaminya.

Anto tidak berangkat sendiri. Ada Arifin, kernet asal Purbalingga, yang menemaninya. Bagi Aghis, Arifin adalah nama yang sudah lama dikenal sebagai teman komunikasi Anto. Namun, baru kali ini Arifin ikut dalam satu perjalanan.

Setelah mengambil muatan di Solo, Anto menuju pelabuhan dan naik kapal Sabtu pukul delapan pagi.

“Jam sepuluh malam pagi sudah jalan, masih komunikasi seperti biasa. WhatsApp terakhir 00.26 WIB pada hari Minggu,” kata Aghis.

Tidak ada yang aneh. Tidak ada firasat buruk. Semua berjalan seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya.

Dibangunkan Sebelum Kapal Tenggelam

Malam itu, sekitar pukul 01.00 WIB, cuaca mulai mengamuk. Arifin merasakan kapal bergoyang keras. Ia bangun, lalu membangunkan Anto yang sedang tidur.

“Ceritanya Arifin, dia sempat membangunkan Mas Anto, dia melihat sampai Mas Anto duduk. Kemudian Arifin pergi,” ujar Aghis.

Anto sempat bangun. Duduk. Lalu Arifin pergi menyelamatkan diri. Itulah momen terakhir Anto terlihat dalam kondisi sadar.

Aghis menyebut, suaminya biasanya menggunakan Kapal Dharma Rucitra. Baru kali pertama Anto menaiki kapal tersebut.

“Biasanya Dharma Rucitra, sepengetahuan saya, karena selalu cerita,” ujarnya.

Dari titik lokasi kejadian, informasi yang diterima Aghis menyisakan waktu sekitar lima jam lagi untuk sampai di Banjarmasin.

“Informasinya tinggal lima jam lagi sampai. Arifin selamat dan sudah dievakuasi, sekarang masih di Banjarmasin,” kata dia dengan suara berat.

Dari Banjarmasin, Arifin mengirim rekaman suara WhatsApp kepada seseorang yang disebutnya Mandor. Dalam rekaman itu, ia menuturkan detik-detik mencekam.

“Saya sudah pasrah pada takdir karena tidak ada alarm, tiba-tiba saja kapal tenggelam. Saya sudah tenggelam sampai kemudian ada kapal tongkang dan saya diselamatkan oleh kapal itu,” ungkapnya.

Arifin mengaku, pukul 01.00 kapal tiba-tiba miring tanpa pemberitahuan. Para sopir dan kru kendaraan kaget. Semua berlarian menuju kapal tongkang. Dalam kepanikan itu, Arifin sempat menyebut posisi Anto.

“Anto posisi neng mburine nyong (di belakang saya),” katanya.

Namun, ia tidak melihat kondisi Anto. Yang ia lihat hanya sekitar tiga hingga empat orang sudah tergeletak meninggal dunia. Oli sudah membeludak di atas kapal.

Doa dari Rumah

Di Sawangan Wetan, Senin (14/9/2026) malam, keluarga menggelar doa bersama. Tahlilan. Warga datang berbondong-bondong.

Bukan hanya di rumah, doa juga mengalir di warung milik Anto, di perbatasan Desa Sawangan Wetan dan Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok.

Anto dikenal sebagai putra Ki Karwin, dalang yang cukup disegani di kalangan masyarakat. Sosoknya akrab, ramah, dan selalu pulang membawa cerita. (Redaksi)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Masseur Senior Timnas Indonesia Asal Cilongok, Pak Sudir Ukir Prestasi di SEA Games hingga FIFA ASEAN Cup

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Ribuan Warga Iringi Kedatangan Jenazah Anto, Korban KM Virgo Transport 8

Ribuan Warga Iringi Kedatangan Jenazah Anto, Korban KM Virgo Transport 8

Rabu, 7 Oktober 2026

Masseur Senior Timnas Indonesia Asal Cilongok, Pak Sudir Ukir Prestasi di SEA Games hingga FIFA ASEAN Cup

Masseur Senior Timnas Indonesia Asal Cilongok, Pak Sudir Ukir Prestasi di SEA Games hingga FIFA ASEAN Cup

Rabu, 7 Oktober 2026

PT IKN Adu ke DPRD Banyumas Usai Pabrik Hebel Disegel, Minta Difasilitasi Beroperasi Lagi

PT IKN Adu ke DPRD Banyumas Usai Pabrik Hebel Disegel, Minta Difasilitasi Beroperasi Lagi

Selasa, 6 Oktober 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com