INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Resensi Buku di Kampus: Rempah-Herbal Dipandang Sebagai Motor Peradaban Indonesia

Resensi Buku di Kampus: Rempah-Herbal Dipandang Sebagai Motor Peradaban Indonesia

Buku bertema rempah dan peradaban pada Sabtu (6/12) di Universitas MH Thamrin.

Senin, 8 Desember 2025

NASIONAL – Universitas MH Thamrin menggelar acara resensi buku bertema rempah dan peradaban pada Sabtu (6/12). Forum akademik ini membahas dua karya, Di Atas Bendera Rempah dan Herbal Indonesia serta Perempuan Rempah dan Indonesia Ema, dengan narasumber Firdaus Syamsu, S.IP., MKM. dan moderator Dr. Agus Rizal. Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Komputer ini dihadiri ratusan mahasiswa dan masyarakat umum.

Kolaborasi Ilmu Komputer dan Rempah-Herbal

Dekan Fakultas Komputer, Dedi Setiadi, ST., MM., menegaskan pentingnya pengetahuan rempah dan herbal sebagai kompetensi lintas disiplin. Menurutnya, integrasi teknologi informasi dengan sektor rempah-herbal dapat melahirkan inovasi sekaligus memperkuat ekonomi berkelanjutan.

Indonesia, Tanah Rempah yang Harus Bangkit

Dalam paparannya, Firdaus mengingatkan bahwa Indonesia sejak berabad-abad menjadi pusat perdagangan rempah dunia. Ia menekankan pentingnya hilirisasi berbasis budaya, dengan perempuan sebagai motor awal pengolahan rempah menjadi produk bernilai tambah.

“Hilirisasi sejati lahir dari keterampilan masyarakat, bukan semata dari skala industri besar,” tegasnya.

Rempah sebagai Dialog Peradaban

Moderator Dr. Agus Rizal menyoroti dimensi filosofis rempah dan herbal sebagai hasil dialog panjang manusia dengan alam. Menurutnya, kekayaan ini adalah warisan peradaban sekaligus amanah untuk generasi mendatang.

Dalam sesi tanya jawab, Firdaus menekankan bahwa rempah-herbal dapat menjadi motor ekonomi berkelanjutan Indonesia. “Ketika masyarakat memahami bahwa rempah adalah alat politik dan ekonomi dalam perdagangan internasional, Indonesia bisa bergerak dari pemasok mentah menjadi pengendali nilai tambah global,” ujarnya.

Suara Penulis: Identitas Bangsa

Salah satu penulis, Yaya Sunaryo, menyampaikan bahwa karya ini lahir dari kegelisahan melihat rempah-herbal Indonesia kian memudar dari kesadaran publik, padahal permintaan global meningkat.

“Seluruh warga negara wajib memahami kembali identitas rempah dan herbal Indonesia, agar kita tidak hanya menjadi penonton di pasar dunia,” katanya.

Akademisi dan Tokoh yang hadir.

Rempah-Herbal Adalah DNA Nusantara

Acara ditutup dengan penegasan para penulis—Muhammad Zulkarnain, Yaya Sunaryo, Yudhie Haryono, Riskal Arief, Yudi Pratama, Irma Suryani Harahap, dan Asyari Muchtar—bahwa rempah, herbal, dan jamu adalah DNA Nusantara. Dahulu menopang ekonomi dunia, kini saatnya kembali menjadi kekuatan utama Indonesia dalam perekonomian global. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Satria Nusantara Banyumas Juara Umum Forda Jateng 2025, Raih Dua Medali Emas

Selanjutnya

MoU dengan Semen Bima, Pemkab Banyumas Target Zero Sampah 2029

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Tragis Turki Angkat Koper Tersingkir di Piala Dunia 2026

Tragis Turki Angkat Koper Tersingkir di Piala Dunia 2026

Minggu, 21 Juni 2026

Peringati Bulan Pancasila, Ratusan Kader Pemuda Pancasila Banyumas Jalani Tes Urin

Peringati Bulan Pancasila, Ratusan Kader Pemuda Pancasila Banyumas Jalani Tes Urin

Minggu, 21 Juni 2026

Tolak PKL Kembali ke Jalan Vihara, 100 Warga Purwokerto Wetan Teken Petisi dan Pasang Spanduk Protes

Tolak PKL Kembali ke Jalan Vihara, 100 Warga Purwokerto Wetan Teken Petisi dan Pasang Spanduk Protes

Minggu, 21 Juni 2026

Selanjutnya
MoU dengan Semen Bima, Pemkab Banyumas Target Zero Sampah 2029

MoU dengan Semen Bima, Pemkab Banyumas Target Zero Sampah 2029

Warga Baseh Desak Tambang Granit PT DBA Ditutup Permanen, Ancam Segel Lokasi

Warga Baseh Desak Tambang Granit PT DBA Ditutup Permanen, Ancam Segel Lokasi

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com