JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa setiap bencana harus menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk membangun kesiapsiagaan yang lebih baik. Hal ini disampaikannya dalam rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin (7/9/2026).
“Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,” ujar Presiden dikutip dari laman resmi Setkab.
Indonesia di Lingkaran Api, Kesiapsiagaan Jadi Kunci
Presiden mengingatkan bahwa kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan cincin api atau the ring of fire menuntut kesiapsiagaan yang terus diperkuat.
“Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” tegasnya.
Penanganan Gempa Flores: Rp200 Miliar Telah Disalurkan
Di Flores, pemerintah terus memastikan penanganan pascagempa berjalan dan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Presiden memantau bahwa listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali fungsional.
Pemerintah juga melanjutkan langkah pemulihan melalui:
· Pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar
· Penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi
· Pembangunan hunian sementara
· Verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi
Untuk mendukung penanganan tersebut, pemerintah telah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.
Karhutla: 138 Tersangka Diamankan, 200 Laporan Polisi Diproses
Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, pemerintah mengerahkan sumber daya besar. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, serta 36 pesawat untuk water bombing.
Penegakan hukum juga terus dilakukan dengan 200 laporan polisi yang sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan.
Presiden memberikan perhatian khusus terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan secara sengaja, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan korporasi.
“Saya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,” tegas Presiden.
Gunung Anak Krakatau: Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan
Aktivitas Gunung Anak Krakatau menghadirkan tantangan berbeda. Sebaran abu vulkanik berdampak terhadap aktivitas penerbangan dan menyebabkan sejumlah bandara terganggu.
Pemerintah melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak, termasuk operasi modifikasi cuaca untuk membantu meluruhkan abu vulkanik. Penanganan dampak terhadap transportasi juga terus dilakukan agar masyarakat yang perjalanannya terganggu dapat memperoleh kepastian.
Presiden: Jangan Menunggu Bencana, Siapkan Jauh-Jauh Hari
Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia ketika bencana telah terjadi. Kesiapan harus dibangun jauh sebelumnya.
“Kita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,” ujar Presiden.
Karena itu, Presiden meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Pemerintah akan memperkuat berbagai sumber daya dan peralatan, mulai dari helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat modifikasi cuaca, hingga drone.
“Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,” lanjutnya.
Evaluasi Menyeluruh dari Tiga Bencana
Dari tiga peristiwa besar — gempa Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan karhutla — pemerintah terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Presiden mencontohkan bahwa pengalaman penanganan karhutla perlu menjadi dasar untuk memperkuat langkah antisipatif.
“Saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,” ujarnya.
Investasi Kesiapsiagaan untuk Lindungi Masyarakat
Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana hari ini bukan sekadar tentang menyelesaikan keadaan darurat. Setiap pengalaman harus menjadi pijakan untuk membangun Indonesia yang lebih siap, lebih tangguh, dan semakin mampu melindungi masyarakat.
Dengan kesiapsiagaan yang dibangun secara terus-menerus, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mampu merespons ketika bencana terjadi, tetapi juga semakin siap sebelum bencana datang.
Pewarta: Alri Johan
Editor: Angga Saputra








