INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Pesan Penting untuk Muslim Diaspora, Dosen UIN Saizu Jadi Khatib Jumat di Melbourne

Pesan Penting untuk Muslim Diaspora, Dosen UIN Saizu Jadi Khatib Jumat di Melbourne

Prof. Ahmad Dahlan, dosen UIN Saizu, tengah berkhotbah di Masjid Surau Kita, Melbourne. Di hadapan jamaah diaspora Indonesia, ia menyoroti pentingnya keseimbangan antara kesuksesan material dan keteguhan spiritual. (Foto: Dok. UIN Saizu)

Senin, 24 Agustus 2026

HUMANIORA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Surau Kita, Melbourne, Australia, Jumat (21/8/2026). Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan, suara lantunan khutbah Jumat bergema dalam dua bahasa, Arab dan Inggris. Yang berkhotbah bukanlah pendakwah lokal, melainkan seorang akademisi dari tanah air: Prof. Ahmad Dahlan, dosen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Kehadirannya di Australia bukan sekadar ibadah. Prof. Ahmad Dahlan tengah menjalankan riset sekaligus misi penguatan jejaring internasional kampus. Ia diundang langsung oleh Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV), organisasi diaspora Indonesia yang telah berdiri sejak 1997 dan menjadi wadah sosial, pendidikan, serta keagamaan bagi masyarakat Muslim Indonesia di Negeri Kanguru.

“Jangan Korbankan Spiritualitas Demi Materi”

Dalam khutbahnya, Prof. Ahmad Dahlan mengangkat tema yang menyentuh realitas kaum Muslim di perantauan: keseimbangan antara kesuksesan ekonomi dan keteguhan nilai spiritual.

Ia mengingatkan, hidup sebagai minoritas Muslim di Australia menghadirkan tantangan tersendiri. Godaan materialisme dan gaya hidup modern kerap menggerus kesadaran beragama. Karena itu, ia berpesan agar komunitas Muslim Indonesia tidak hanya mengejar kemajuan duniawi, tetapi juga memelihara identitas keislaman.

“Nilai spiritual yang harus dijaga antara lain kesadaran mengonsumsi makanan halal, menjaga pergaulan, etika, dan sikap dalam kehidupan sosial,” ujar Prof. Ahmad Dahlan di hadapan jamaah.

Ia juga menekankan pentingnya sikap inklusif dalam bermasyarakat. Menurutnya, Muslim diaspora harus mampu menjadi bagian dari masyarakat Australia tanpa kehilangan jati diri, sekaligus menghadirkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin yang membawa kebaikan bagi semua.

“Jangan sampai komunitas Muslim yang datang ke Australia hanya mendapat nilai materi dengan mengorbankan nilai-nilai spiritual,” tegasnya.

Riset Halal dan Pertemuan dengan Tokoh Diaspora

Kegiatan khutbah Jumat ini menjadi bagian dari rangkaian penelitian Prof. Ahmad Dahlan yang bertajuk “Gastrodiplomacy of Halal Food and Islamic Culture by the Indonesian Diaspora in the Era of ‘Indonesia Spice Up the World’ (Case Study in Australia)”. Riset ini mengkaji bagaimana kuliner halal dan budaya Islam menjadi instrumen diplomasi budaya Indonesia di mata dunia.

Sebagai bagian dari studi lapangan, ia juga bertemu dengan Prof. Nadirsyah Hosen, tokoh diaspora Indonesia dan dosen hukum di Monash University. Pertemuan yang berlangsung di Melbourne University Law School pada 17 Agustus 2026 itu menjadi ajang diskusi mendalam mengenai dinamika kehidupan Muslim Indonesia di tengah masyarakat multikultural Australia.

Perkuat Jejaring Global, UIN Saizu Tandatangani MoA

Tak hanya riset, Prof. Ahmad Dahlan juga membawa misi diplomatik akademik. Ia mewakili Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Saizu serta 35 program studi di bawah asosiasi APSESI untuk memperluas kerja sama internasional.

Pada 18 Agustus 2026, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan The ASEAN Institute of Applied Research and Innovation (AIARI) di Melbourne. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang riset kolaboratif, pengabdian masyarakat lintas negara, serta peningkatan kualitas akademik bagi dosen dan mahasiswa.

Kehadiran UIN Saizu di panggung internasional ini sekaligus meneguhkan komitmen kampus sebagai institusi pendidikan yang unggul, progresif, dan integratif, serta konsisten mengusung semangat Kampus Desa Mendunia.

Pewarta: Alri Johan
Editor : Angga Saputra

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Rp923 Juta Lenyap, Buruh Miskin Ini Menggugat Oknum Advokat yang Janjikan Bebas dari Jeratan Hukum

Selanjutnya

Lupakan Luka Sejenak untuk Berteriak MERDEKA

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Menatap Kursi Kosong, Menatap Masa Depan

Lupakan Luka Sejenak untuk Berteriak MERDEKA

Senin, 24 Agustus 2026

Pesan Penting untuk Muslim Diaspora, Dosen UIN Saizu Jadi Khatib Jumat di Melbourne

Pesan Penting untuk Muslim Diaspora, Dosen UIN Saizu Jadi Khatib Jumat di Melbourne

Senin, 24 Agustus 2026

Rp923 Juta Lenyap, Buruh Miskin Ini Menggugat Oknum Advokat yang Janjikan Bebas dari Jeratan Hukum

Rp923 Juta Lenyap, Buruh Miskin Ini Menggugat Oknum Advokat yang Janjikan Bebas dari Jeratan Hukum

Senin, 24 Agustus 2026

Selanjutnya
Menatap Kursi Kosong, Menatap Masa Depan

Lupakan Luka Sejenak untuk Berteriak MERDEKA

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
  • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com