BANYUMAS – Kabar gembira bagi dunia pendidikan Banyumas. Pemkab Banyumas resmi menyiapkan lahan seluas 17 hektare di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, sebagai lokasi pembangunan permanen Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2. Lahan ini akan segera diserahkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan target pembangunan dimulai Oktober 2026.
Kabar tersebut disampaikan langsung Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, di sela-sela acara pelepasan 80 siswa SNT 2 yang akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Halaman Pendopo Si Panji, Selasa (11/8/2026).
Dukungan Penuh dari Pusat dan Provinsi
Tak hanya dari Pemkab, dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang turut menyiapkan lahan tambahan seluas 3 hektare di lokasi yang sama. Dengan total luasan mencapai 20 hektare, kawasan ini diharapkan menjadi pusat pendidikan terpadu yang representatif.
“Pembangunan fisik gedung memang sepenuhnya wewenang pemerintah pusat. Berdasarkan informasi terakhir, pembangunan direncanakan mulai Oktober 2026. Kami berkomitmen penuh menyiapkan lahannya,” terang Sadewo.
Pelepasan 80 Siswa, Hasil Seleksi Ketat
Di tengah fokus pembangunan infrastruktur, proses belajar mengajar tetap berjalan. Sebanyak 80 siswa—terdiri dari 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA—dilepas mengikuti MPLS di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBMP) Jawa Tengah, Semarang.
Keberangkatan ini merupakan hasil seleksi ketat Tes Bakat Skolastik (TBS). Sekretaris Dinas Pendidikan Banyumas, Wahyu Adhi Fibrianto, menyebutkan dari 74 pendaftar SMP dan 68 pendaftar SMA, hanya 80 siswa terbaik yang lolos.
Pesan Bupati untuk Siswa
Meski fokus pada pembangunan fisik, Bupati Sadewo tak lupa memberikan wejangan kepada para siswa yang akan menjalani MPLS selama satu pekan penuh di Semarang.
“Anak-anakku, ini adalah proses untuk belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri, lebih disiplin, dan siap mengikuti kegiatan belajar ke depannya. Jangan takut hal baru, bangun persahabatan, dan hargai perbedaan,” pesannya.
Sekolah Transit Disiapkan
Sembari menunggu gedung megah di Kaliori berdiri, Pemkab telah menyiapkan sekolah transit agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan lancar. Setelah menyelesaikan MPLS di Semarang, para siswa akan kembali ke Banyumas dan melanjutkan pembelajaran di sekolah transit yang telah ditentukan.
Dengan kesiapan lahan dan dukungan penuh dari berbagai pihak, masa depan pendidikan di Banyumas semakin cerah.
Pewarta : Alri Johan
Editor : Angga Saputra








